Elektabilitas Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin Ungguli Asmani Arif-Syahrul Beddu

0
111
Konferensi pers Sinergi Data Indonesia hasil survei pilkada kabupaten Kolaka, Rabu (20/6).

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hasil survei Sinergi Data Indonesia menempatkan elektabilitas pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Kabupaten Kolaka, Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin unggul 50,45 persen di atas lawannya, pasangan Asmani Arif-Syahrul Beddu elektabilitasnya cuma 24,32 persen.

Demikian dipaparkan Viki Hamzah dari Sinergi Data Indonesia berdasarkan hasil survei mereka terhadap cabup dan cawagub Kolaka, dirilis datanya kepada awak media, Rabu (20/6), disalah satu hotel di kota Kendari.

Ia memaparkan, survei dilaksanakan tanggal 27 sampai 31 Mei serentak di 12 kecamatan di kabupaten Kolaka, dengan jumlah responden 440 orang dengan margin error 4,77 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

“Hasil survei kami terhadap responden siapa yang akan mereka pilih pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kolaka tanggal 27 Juni nanti, menunjukkan 50,45 persen responden memilih pasangan Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin. Sedangkan pasangan Asmani Arif-Syahrul Beddu cuma 24,32 persen responden yang memilih mereka,” paparnya.

Masih dalam rilisnya, tingginya elektabilitas Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin, menunjukkan publik di Kolaka (52,50 persen) ingin bupati berpengalaman dibandingkan bupati baru (20,45 persen).

“Karena 97,84 persen publik menyakini bupati berpengalaman bisa menyelesaikan berbagai persoalan di Kolaka saat ini, seperti harga kebutuhan pokok, pengangguran, infrastruktur dan lain-lain,” terangnya.

Survei itu juga kata dia, publik Kolaka menilai cabup Ahmad Syafei mempunyai kompetensi kepemimpinan lebih baik, yaitu paling memahami seluk beluk permasalahan Kolaka 53,41 persen, sikap paling tegas 50,23 persen, paling dekat dengan rakyat 49,77 persen, bisa memimpin Kolaka 48,18 persen, dan bisa menyelesaikan masalah di Kolaka 45,91 persen.

“Sedangkan calon bupati Asmani Arif indikator kepemimpinan yaitu paling memahami seluk beluk permasalahan Kolaka 28,41 persen, sikap paling tegas 29,41 persen, paling dekat dengan rakyat 23,18 persen, bisa memimpin Kolaka 28,86 persen, dan bisa menyelesaikan masalah di Kolaka 32,05 persen,” tuturnya.

Lima indikator tersebut, Viki menyimpulkan incumbent Ahmad Syafei unggul pada semua indikator kepemimpinan dibandingkan Asmani Arif.

Kemudian pelaksanaan roda pemerintahan dimasa kepemimpinan incumbent, responden menilai sangat baik (70,23 persen) dan sangat bersih/cukup bersih (59,54 persen) dari praktik korupsi dan suap.

“Survei kami menunjukkan tingkat kepuasan publik pada pasangan petahana Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin sangat tinggi. Publik Kolaka memberikan penilaian positif atas berbagai kondisi pembangunan dan pelayanan umum di kabupaten Kolaka saat ini,” tuturnya.

Perilaku pemilih pilkada di Kolaka, Viki mengungkapkan, publik di Kolaka ada pemilih rasional 63,86 persen, pemilih psikologis 19,32 persen, dan pemilih sosiologis 6,82 persen.

Walaupun pemilih rasional dominan di Kolaka. Pemilih psikologis diurutan pertama memilih Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin (54,12 persen), diikuti pemilih sosiologis 53,33 persen dan pemilih rasional 50,53 persen.

Sedangkan Asmani Arif-Syahrul Beddu, pemilih rasional 25,98 persen, pemilih psikologis 23,53 persen dan pemilih sosiologis 20 persen.

“Ahmad Syafei-Muhammad Jayadin unggul pada semua tipe pemilih dengan rata-rata persentase lebih dari 50 persen,” pungkasnya.

Laporan : Jayusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here