Elektabilitas Ali Mazi-Lukman Abunawas Ungguli Dua Palon Lainnya

oleh -44 views
Konferensi pers the haluoleo institute "Menakar peluang Ali Mazi-Lukman Abunawas, Asrun Hugua, dan Rusda Mahmud-Syafei Kahar" menjelang pilgub Sultra 27 Juni 2018, di Kendari, Rabu (21/6). Foto : Jayusman / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID.KENDARI – Pasangan calon (paslon) gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Ali Mazi-Lukman Abunawas atau Aman memiliki elektabilitas 48,5 persen dibandingkan dua paslon lain, Asrun-Hugua (Berkah) 8,8 persen dan Rusda Mahmud-Syafei Kahar (Syuhada) 20,5 persen kemudian sisanya 22,2 persen tidak tahu/tidak jawab atau masih merahasiakan pilihannya.

“Tingginya elektabilitas paslon Aman karena masyarakat mempertimbangkan aspek kepribadian dan latar belakang pengalaman menjadi pertimbangan utama,” kata Naslim Sarlito Alimin, Direktur the halu oleo institute dalam konferensi persnya pada awak media di salah satu hotel di kota Kendari, Kamia (21/6).

Dia menjelaskan, dari survei mereka, aspek kepribadian paslon Aman. 51,1 persen responden menilai calon kepala daerah ini pekerja keras dan memiliki kepedulian yang tinggi pada masyarakat. 31,1 persen mereka memilih Aman karena faktor Ali Mazi pernah menjadi gubernur Sultra dan pasangannya Lukman Abunawas pernah menjabat bupati Konawe dua periode dan jabatan terakhirnya sebagai sekda Sultra.

Selain faktor kepribadian dan pengalaman. Lembaganya mensurvei pada distribusi pemilih calon pemilih terkuat di daratan dan kepulauan menunjukkan pasangan Aman terlihat menguasai dua wilayah ini.

“Wilayah daratan Aman 41,7 persen, Syuhada 28,3 persen dan Berkah 9,3 persen. Sedangkan wilayah kepulauan Aman 59,6 persen, Syuhada 7,6 persen dan Berkah 8,0 persen,” tuturnya.

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada salah satu cagub (Asrun) dan bupati Busel (Agus Feisal Hidayat) beberapa waktu lalu ikut berpengaruh.

Pasca OTT, pihaknya memperlihatkan ada perubahan sikap pemilih. Di mana 45,1 persen masyarakat mengalihkan pilihannya pada paslon lain. 25,8 persen mempertimbangkan memilih calon lain dan hanya 6,2 persen tetap pada paslon dukungannya dan 5,3 persen tidak memilih paslon manapun.

“Jika calon gubernur yang terkena OTT KPK adalah pilihan masyarakat maka masyarakat akan memilih pasangan calon lain,” ucapnya.

Dampak dari OTT, lembaganya menanyakan pada responden siapa paslon paling pantas dipilih, ternyata 42,9 persen masyarakat memilih paslon Ali Mazi-Lukman Abunawas dan 22,7 persen memilih paslon Rusda Mahmud-Syafei Kahar dan 34,4 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab,” ucapnya.

Hasil survei pasca OTT kata Naslim, OTT ternyata cukup berpengaruh terhadap pilihan masyarakat pada cagub dan cawagub Sultra.

The halu oleo institute mengambil 660 responden yang tersebar kabupaten/kota Sultra, dengan pembagian gender laki-laki dan perempuan masing-masing 50 persen.

Metodelogi survei menggunakan penarikan Primary Sampling Unit (PSU) untuk menentukan kabupaten/kota serta penentuan responden memakai metode multistage random sampling dengan margin error 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Lembaga survei yang terdaftar dalam di Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepsi) dan terdaftar di KPU Sultra, pengambilan datanya melalui wawancara tatap muka dan panduan kuesioner dilakukan tanggal 17 sampai 20 Juni.

Laporan : Jayusman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •