Empat Bulan Posisi Wawali Belum Terisi, Sulkarnain Disebut-sebut Monopoli Politik

oleh -0 views
Ratusan massa aksi merengsek masuk ke Kantor Wali kota Kendari. Foto : Jayusman / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sejak dirinya resmi dilantik oleh Gubernur Sultra, H Ali Mazi pada 22 Januari 2019 lalu menjadi Wali Kota Kendari definitif periode 2017 – 2022 menggantikan Wali Kota Non – Aktif, Adriatma Dwi Putra (ADP) akibat tersandung kasus, posisi yang ditinggalkan Sulkarnain sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) hingga Mei 2019 ini masih belum terisi.

Akibatnya, Jumat (3/5/2019) ratusan massa aksi yang tergabung dalam Forum Rakyat Peduli Demokrasi Kota Kendari melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Kendari, menuntut orang nomor wahid di Ibu Kota Provinsi itu segera merekomendasikan nama ke DPRD untuk menduduki posisi Wawali.

Ada dua tuntutan massa yang dikomandoi oleh Alfian Pradana Liambo itu, diantaranya, Pertama; massa menuntut dan mendesak Sulkarnain untuk segera menindak lanjuti dan memproses rekomendasi partai koalisi pengusung wakil wali kota Kendari masa bakti 2017-2022. Ke dua; massa mendesak wali kota untuk sesegera mungkin menghentikan aktivitas politis monopoli yang terselubung, terstruktur dan masif.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain menemui perwakilan massa aksi.

Selang beberapa lama menggelar aksinya, 10 orang perwakilan massa aksi ditemui oleh Sulkarnain di ruang rapat Wali Kota Kendari. Dalam pertemuan yang dikawal pihak kepolisian tersebut rupanya tidak menemui titik terang. Sulkarnain dengan tegas mengatakan dirinya tidak dapat mengamini permintaan dari massa aksi.

Kata Sulkarnain saat menemui perwakilan massa aksi, dirinya tetap mengikuti mekanisme dan aturan yang ada sesuai undang – undang. Dalam aturan, prosesnya harus dimulai dari partai pengusung, dan sampai saat ini di partai pengusung masih belum clear. “Salah satu partai pengusung belum menuntaskan prosesnya,” katanya.

Untuk diketahui dari tiga partai pengusung pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari 2017 lalu, dua partai yakni PAN dan PKB sudah menuntaskan proses pengusulan nama. Tinggal PKS yang belum menentukan nama yang akan diusul. PAN diketahui mengusulkan Siska Karina Imran dan PKB mengusulkan Rahman Tawulo.

Pantauan anoatimes.id, usai menemui perwakilan massa aksi, Sulkarnain lalu menemui seluruh massa aksi yang sudah menunggunya di depan lobi kantor Wali Kota Kendari, namun tetap pertemuan tersebut tidak menemui titik terang.

Laporan : Yus
Edito : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •