ESDM: PT Mugni Energi Bumi Tak Boleh Beroperasi

0
200
Salah satu aktivitas pertambangan di Kabupaten Konawe Utara

ANOATIMES.ID, KENDARI – Pemerintah pusat melalui Dirjen Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencabut status Clear and Clean (Cnc) PT Mugni Energi Bumi. Dengan pencabutan CnC tersebut maka perusahaan pertambangan nikel yang berlokasi di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara itu tidak dapat lagi melaksanakan penambangan nikel.

Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Sultra, Andi Makkawaru melalui Kepala Bidang Minerba, Hasbullah mengatakan pencabutan CnC PT Mugni Energi Bumi merupakan buntut dari proses hukum dengan PT Antam yang mana dalam proses hukumnya di menangkan oleh PT Antam dalam putusan MA tahun 2014 lalu.

Baca Juga : MA Menangkan PT Antam, 13 IUP Diciutkan

“Kalau sudah di cabut (CnC) berarti IUPnya tumpang tindih, dengan demikian sudah tidak boleh melaksanakan aktivitas pertambangan,” kata Hasbullah, via seluler, Jumat (2/11).

Lanjut, Hasbullah menjelaskan walaupun SK IUP PT Mugni Energi Bumi masih aktif hingga 2031 dan belum dicabut, itu tidak serta merta PT Mugni Energi Bumi langsung dapat melaksanakan aktivitas pertabangan, masih ada syarat dan kewajiban lainnya yang harus di penuhi.

“Ada syarat dan kewajiban lainnya, seperti pelaporan RKAB dan Jaminan Reklamasi (Jamrek), PT Mugni tidak ada,” tegasnya.

Selain itu, juga kata Hasbullah, Dinas ESDM Sultra sudah memblokir segala bentuk pelayanan administrasi kepada perusahaan IUP nya tumpang tindih dengan PT Antam serperti PT Mugni Energi Bumi.

“Mereka (PT Mugni Energi Bumi, red) mau urus administrasi apapun kita tidak layani, harusnya mereka tidak dapat melakukan operasi produksi,” ungkapnya.

Untuk diketahui, informasi yang berhasil di himpun awak media anoatimes.id, PT Mugni Energi Bumi masih melakukan aktivitas pertambangan di Desa Madiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, bahkan sudah melakukan pengapalan ore nikel.

“Masih aktif sampai sekarang, sudah mengapal berapa kalimi, saya kurang tau jelas berapa kalimi yang jelas sering mengapal itu,” ujar Misbah salah seorang warga Konut.

Laporan : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here