ESDM Sultra: 12 Smelter di Sultra Mangkrak

oleh -563 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dari 15 smelter di Sulawesi Tenggara (Sultra) hanya ada tiga smelter yang beroperasi, yaitu PT VDNI di Konawe, PT. Aneka Tambang (Antam) di Kolaka, dan PT Bintang Smelter Indonesia di Konawe Selatan (Konsel).

Plt Kepala Dinas (Kadis) ESDM Sultra Buhardiman mengatakan, dari tiga smelter yang beroperasi berarti ada kurang lebih 12 smelter yang tidak beroperasi atau mangkrak berada di beberapa kabupaten, yaitu Bombana, Konawe, Kolaka, dan Konsel.

Kedua belas smelter mangkrak itu kata Buhardiman, yaitu PT. Surya Saga Utama di Bombana, PT. Toshida Indonesia di Kolaka, PT. Ceria Nugraha Indotama di Kolaka, PT Mapan Asri Sejahtera di Kolaka, PT Pernik Sultra di Kolaka.

“PT. Cahaya Modern di Konawe, PT. Apak di Konsel, PT. Integra Mining Nusantara di Konsel, PT Kimling Nikel Industri di Konsel, PT Machika Madana di Konsel, PT. Sambas Mineral Mining di Konsel, dan PT. Konaweha Makmur di Konsel,” ucapnya saat rapat koordinasi tata pengelolaan pertambangan di ruang rapat DPRD Sultra, Senin (9/3/2020).

Buhardiman mengungkapkan kuota ekspor nikel di Sultra yang dikeluarkan kementerian perdagangan hampir berkisar 20 juta ton. Evaluasi terakhir dikeluarkan pihaknya diperkirakan jumlah realisasi kuota ekspor hanya mencapai kurang lebih 8 juta ton dari kuota yang ada.

“Per 31 Desember 2019 pemerintah mengeluarkan kebijakan stop ekspor nikel. Sehingga kuota ekspor yang telah disiapkan oleh para penambang stop di tengah jalan. Jadi istilahnya masih ada cadangan milik penambang mau dikemanakan,” katanya.

Sementara kalau dilihat dari komposisi 15 smelter yang saat ini cuma 3 smelter beroperasi. Buhardiman mengatakan pasokan yang banyak tidak bisa diolah smelternya berkapasitas kecil. Imbasnya harga jadi turun karena ketersediaan over.

“Ini merupakan salah satu pukulan berat untuk sektor pertambangan. Sehingga kalau mau produksi ini tetap berjalan di Sultra, sebagian stok dilarikan ke smelter IMIP di Morowali,” tukasnya.

Laporan : Jayusman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •