ESDM Sultra dan Enam Inspektur Tambang Diperiksa Bareskrim Polri

oleh -1.398 views
Kombes Pol Pipit Riswanto bersama pihak kehutanan memastikan koordinat kawasan Hutan Lindung yang telah digarap perusahaan tambang. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Bareskrim Mabes Polri menurunkan Tim Investigasi untuk melakukan pemasangan Police Line terhadap 7 perusahaan tambang yang beroperasi di Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ke 7 perusahaan tambang tersebut ialah PT Bososi, PT RMI (Rockstone Mining Indonesia), PT TNI (Tambang Nikel Indonesia), PT NPM (Nuansa Persasa Mandiri), PT Ampa, PT PNN (Pertambangam Nikel Nusantara), dan PT Jalumas.

Sejumlah saksi pun saat ini tengah diperiksa Tim Investigasi Bareskrim Polri secara maraton. Selain itu, Tim Investigasi yang dipimpin Kombes Pol Pipit Riswanto juga mempolice line stokfile berisikan tumpukan ore nikel yang diduga milik 7 perusahaan yang diambil dari kawasan Hutan Lindung.

 

Kompol Bungin (Ditreskrimsus Polda Sultra) bersama sejumlah Tim dari Bareskrim Polri mengecek beberapa data. Foto : Awi / anoatimes.id

Kepada anoatimes.id, Kombes Pol Pipit Riswanto mengatakan selain memeriksa saksi-para saksi dari pihak perusahaan tambang, mereka juga memeriksa Dinas ESDM Sultra dan enam inspektur tambang yang ditugaskan pemerintah mengawasi pertambangan di Sultra.

“Hari ini (Selasa, 17/3/2020) kita memeriksa teman-teman dari Dinas ESDM Provinsi Sultra, tentu kita meminta klarifikasi dan informasi tentang perizinan yang mereka keluarkan. Yang jelas harusnya tidak ada IUP di dalam kasan Hutan Lindung,” ujar Pipit.

Lanjut Pipit mengatakan dirinya miris melihat lingkungan yang ada di Marombo Pantai, lingkungan rusak berat akibat aktivitas pertambangan terlebih di dalam Kawasan Hutan Lindung tanpa adanya penindakan dari pengawas inpekstur tambang dan pemerintah.

“Ironisnya lagi disini ada inspektur tambang, mengapa ada inspektur tambang tapi ini Hutan Lindung dilakukan penambangan,” mirisnya.

Kata Pipit, jumlah inspektur tambang di Provinsi Sulta ada 6 orang, namun dirinya belum mengetahui siapa dari ke enam inspektur tambang yang bertugas di kawasan Hutan Lindung Marombo Pantai, Kecamatan Lasolo Kepulauan ini.

“Anggota kami juga melihat kemarin bahwa disini (Marombo Pantai) ada inspektur tambang dan di mobilnya ada tulisannya inspektur tambang. Kalau tidak salah mereka juga melakukan pengecekan kepada pertambangan-pertambangan di Kawasan Hutan Lindung ini,” katanya.

“Mudah-mudahan mereka (Inspektur tambang) saat ini diperiksa memberikan keterangan informasi yang sejelas-jelasnya,” tutupnya.

Untuk diketahui dalam melakukan police line Tim Investigasi Bareskrim Polri dibackup oleh Polda Sultra dan Polres Konawe Utara.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •