FK UHO Screening Awal Buta Warna dan Virus Mata Terhadap Pelajar

oleh -11 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES. ID, KENDARI – Persoalan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung pemerintah. Akan tetapi juga menjadi tanggung jawab semua stake holder termasuk perguruan tinggi.

Dalam kesehatan penting dilakukan tindakan pencegahan termasuk dengan mendeteksi lebih awal (screening) terhadap penyakit yang dapat terjadi di masyarakat.

Seperti yang dilakukan, Universitas Halu Oleo (UHO). Sebagai perguruan tinggi terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara,UHO juga turut mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui program pengabdian dosen kepada masyarakat, 15 November 2019, FK UHO melakukan screening awal (dini) terhadap penyakit buta warna dan virus mata dikalangan masyarakat khususnya pelajar.

Ketua tim FK UHO, dr. Arimaswati mengatakan program pengabdian masyarakat dosen FK UHO ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui pemeriksaan buta warna dan visus mata.

“Mendorong terwujudnya learning community atau learning society terkait kesehatan khususnya tentang kesehatan mata kepada masyarakat secara tepat dan benar untuk meningkatkan kualitas kesehatan,” ujarnya.

Dengan program ini juga, kata Arimaswari dapat mendekatkan pelayanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat yang kurang mampu secara keseluruhan, dan kerjasama antar berbagai pemangku kepentingan untuk deteksi dini beberapa gangguan penglihatan seperti buta warna dan visus di Desa Anggalomoare Jaya.

“Diharapkan produk dari kegiatan yang akan dicapai oleh tim pengabdian dosen ini, adalah terbentuknya masyarakat yang sadar akan dampak penyakit gangguan penglihatan, kemudian terbinanya kader kesehatan masyarakat yang peduli dan sadar untuk melakukan pola hidup sehat sebagai pencegahan penyakit degenerative. Hasilnya bagi masyarakat kelompok sasaran, adanya perbaikan status kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan buta warna dan visus mata, serta mengetahui potensi diri sasaran peserta pengabdian guna menunjang pendidikan dan rencana pengembangan karir di masa depan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjurt Arimaswari mengungkapkan dengan adanya screening awal buta warna dan virus mata, masyarakat khususnya dapat mengetahui lebih awal kondisi mata mereka.

“Pemilihan dan identifikasi warna merupakan aspek yang penting untuk mengenali suatu objek. Dalam hal pekerjaan, kemampuan membedakan warna dengan baik dapat mempengaruhi posisi yang akan ditempati. Mengabaikan kemampuan penglihatan warna secara normal dapat mengakibatkan hasil kerja yang buruk, atau dapat menyebabkan kecelakaan yang dapat mengimbas pekerja, lingkungan kerja bahkan masyarakat umum,” katanya.

“Sudah banyak kejadian yang ditemukan pada seleksi calon mahasiswa baru Universitas Halu Oleo, dengan gangguan visual mata tidak dapat memasuki program pendidikan tertentu yang mungkin telah menjadi cita-cita sang calon mahasiswa yang sudah lama diimpikan,” tutupnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •