Gedung SOR Laode Pandu Raha Tak Terurus

oleh -214 views
Gedung Sarana Olah Raga (SOR) Raha yang sudah tida terurus. Tampak sampah berserakan di dalam ruang SOR Laode Pandu Raha. Foto : Jufri / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, MUNA – Salah satu aset daerah Pemerintah Kabupaten Muna, yang dibangun pada masa kepemimpinan Ridwan BAE yakni Gedung Sarana Olah Raga (SOR) Raha tampak tidak terurus.

Pantauan anoatimes. id, Selasa (26/12/2017) beberapa saat lalu, Gedung yang menelan anggaran miliaran rupiah ini tampak terbengkalai tidak terawat, disudut-sudut gedung tampak sarang laba-laba, sampah-sampah berserakan, tembok bangunan yang di corat-coret oknum yang tidak bertanggung jawab, dan bahka kamar mandi yang bau dan sudah tidak dapat digunakan.

Baca Juga : Kapolda Sultra Pantau Perayaan Natal di Muna

Hewan ternak masyarakat yang bebas berkeliaran di luar Gedung SOR Laode Pandu Raha.

Tidak hanya itu, bagian bangunan gedungpun sudah mulai lapuk seperti plafon. Parahnya lagi, di sekeliling gedung SOR tampak berkeliaran hewan ternak masyarakat. Ini harusnya menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Muna, terlebih lagi dari Dinas Pemuda dan Olah Raga yang nota banenya berkantor di Gedung SOR Laode Pandu.

Salah seorang warga, Ari mengungkapkan keprihatinanya kepada pemerintah daerah saat ini, pasalnya seiring dengan visi dan misi kepemimpinan Bupati sekarang, LM Rusman Emba dan Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur, seolah-olah pemerintah daerah mengabaikan infrastruktur yang sudah ada dan pernah jaya dimasanya.

“Yang kita harus pastikan dulu adalah apakah pemerintah daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat menganggarkan dana untuk perawatan gedung ini, kalau ada berapa, dan siapa yang kelola, itu yang pertama. Yang kedua apakah pemerintah daerah peduli dengan aset ini, kalau peduli dimana letak kepedulianya. Kan aneh ketika infrastruktur sudah dibangun, ketika pergantian kepemimpinan infrastruktur itu diabaikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ari mengatakan persoalan berkeliarannya hewan ternak seperti sapi dan kambing yang berkeliaran di area SOR Laode Pandu bahkan ditempat-tempat lain di dalam Kota Raha ini juga sebenarya menjadi cambukan bagi pemerintah daerah.

“Keberadaan sapi dan kambing juga ini perlu dipertanyakan kepada pemerintah daerah, apakah ini sengaja dibiarkan atau memang belum ada aturan yang mengatur keberadaan hewan yang berkaki empat yang berkeliaran ini,” ungkapnya.

“Jadi harapan saya kepada pemerintah jangan mengabaikan hal-hal kecil yang dianggap itu tidak bermanfaat, tapi dengan hal-hal kecil seperti inilah yang akan merusak citra pemerintah daerah,” tuturnya.

Laporan : Jufri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •