Gelar Perkara Batal, Tim Kuasa Hukum Ishak Ismail Minta Kepastian Hukum

0
270
Tim Kuasa Hukum Ishak Ismail saat menggelar konferensi pers di Kendari. Foto : Jayusman / Anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Perjalanan kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan Tony Herbiansyah terhadap Ishak Ismail yang ditangani penyidik Polda Sultra rupanya masih akan berlangsung lama.

Sebelumnya, penyidik memberitahukan kepada Tim Kuasa Hukum Ishak Ismail bahwa gelar perkara akan dilaksanakan pekan kemarin, namun batal.

Padahal, dengan dilakukannya gelar perkara, akan membuat terang persoalan dugaan penipuan yang diduga dilakukan Tony Herbiansyah yang saat ini menjabat Bupati Kolaka Timur, kepada pengusaha ternama Ishak Ismail.

Apri Arwo dan Apriluddin (Tim Kuasa Hukum Ishak Ismail) berharap penyidik dapat menentukan waktu yang jelas kapan bisa dilaksanakan gelar perkara yang menyangkut orang nomor Wahid di Kabupaten Kolaka Timur itu.

“Gelar perkara kemarin batal, alasan penyidik di waktu yang sudah ditentukan ada beberapa kasus yang juga dilaksanakan gelar perkara, sehingga di tunda,” kata Duo Apri sapaan tenar Apri Arwo dan Apriluddin saat menggelar konferensi pers beberapa saat lalu, di Kendari.

Lanjut, Duo Apri menambahkan karena gelar perkara yang dijadwalkan semula batal terlaksana, penyidik lalu melaporkan ke pimpinannya, untuk dijadwalkan ulang waktu pelaksanaan.

“Dijadwalkan ulang, kita belum tahu, menurut penyidik tinggal menunggu disposisi dari pimpiannnya,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam persoalan ini, sudah pernah dilakukan gelar perkara namun rupanya belum cukup membuat persoalan ini terang, untuk itu, Duo Apri berharap di gelar perkara selanjutnya menjadi gelar perkara yang terkahir, sehingga ada kepastian hukum dari status pelaporan kliennya.

“Kami harap gelar perkara selanjutnya merupakan yang terkahir,” harapnya.

Dalam perjalanan kasus dugaan penipuan yang nilainya mencapai Rp 1,1 miliar, penyidik sudah memeriksa beberapa saksi termasuk terlapor yakni Tony Herbiansyah dan Mariono.

Untuk diketahui, sejak dilaporkan pada 17 November 2016 lalu, hingga saat ini, penyidik belum menetapkan seorangpun tersangka, padahal status kasus ini sudah dinaikan ke tingkat penyidikan. Untuk itu Tim Kuasa Hukum Ishak Ismail berharap agar penyidik dapat memberikan kepastian hukum.

Laporan : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here