Geram Dengan Sikap Bupati Koltim, Masyarakat Adukan Bupati ke DPRD, Ini Tuntutannya!

oleh -117 views
Massa aksi yang menamakan diri Rakyat Koltim Menggugat (RKM) saat menuju DPRD Kabupaten Koltim. Senin (21/8/2017).
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Ratusan masyarakat Kolaka Timur (Koltim) yang tergabung dalam gerakan Rakyat Koltim Menggugat (RKM), Senin (21/8/2017) mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Koltim untuk mengadukan sikap Bupati Koltim, Tony Herbiansyah yang diduga bertindak sewenang-wenang dalam menjalankan roda pemerintahan.

Kordinator massa aksi, Ridwan Iskandar mengatakan Tony Herbiansyah telah melakukan pelanggaran tata kelola kepemerintahan yang serius, sewenang-wenang dan mengabaikan ketentuan perundang-undangan.

“Mengabaikan putusan PTUN No.31/J.2016/PTUN-Kendari tanggal 23 Maret 2016 terkait pemutasian para kepala sekolah yang berakibat pada cacay hukum ijasah para pelajar SMA/SMK luludan 2015-2017, yang berdasarkan PTUN ijasah tersebut dinyatakan ilegal dam cacat hukum,” ujar Ridwan Iskandar.

“Melanggar ketentuan perundang-undangan tata kelola KASN yang menyatakan telah terjadi pelanggaran sistem merit pada managemen kepegawaian di Pemda Koltim,” tambahnya.

Lanjut, Ridwan mengatakan dalam menjalankan pemerintahan, syarat akan Kolusi dan Nepotisme.

“Terbukti Istri Bupati (Surya Hutapea) ditunjuk sebagai Kadis Dikbudpora. Istri Bupati juga selalu mencampuri urusan pemerintahan dan tidak sedikit kebijakan Bupati yang sudah menjadi ketetapan, berubah lagi karena protes istrinya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ridwan mengungkapkan RKM meminta kepada DPRD Koltim untuk dapat mengambil sikap tegas, dan segera melakukan rapat pleno luar biasa untuk menyikapi sikap Tony Herbiansyah.

“Kepada Bapak Presiden melalui Mendagri untuk meninjau ulang SK pengangkatan Tony Herbiansyah sebagai Bupati, karena telah melanggar sumpah jabatannya,” katanya.

“Penegak hukum agar melakukan pengusutan dugaan terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, seperti pembangunan 4 Box Culvert dengan anggaran Rp 2 Miliar lebih namun fiktif, pengadaan server dan sistem penataan penataan aset pemda, pemotongan gaji grarifikasi guru-guru triwulan IV 2016,” ungkapnya.

Laporan : Tim

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •