Geram Dengan Sikap PT VDNI, Warga Blokade Akses ke Jeti

oleh -9 views
Seorang aparat keamanan bersenjata lengkap tampak berjaga di jalan Jeti PT VDNI yang di blokade warga. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONAWE – Batas kesabaran setiap manusia ada batasnya, seperti itulah yang terjadi pada Mayarakat Desa Laosu Jaya, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Tepatnya, sekitar setahun lalu pada 8 Maret 2017, pihak PT VDNI melalui Deputy Branch Managernya, A Chairillah Widjan berjanji akan maksimal membantu menyelesaikan permasalah pemecahan sertifikat tanah milik warga Desa Laosu Jaya yang dahulu pernah dilakukan oleh PT Konawe Putra Propertindo (KPP), selambat-lambatnya tanggal 31 Maret 2017.

Surat pernyataan PT VDNI terkait sertufikat tanah warga Laosu Jaya. Foto : Istimewa

Namun hingga tangal 1 Maret 2018 saat ini, persoalan tersebut tidak kunjung tuntas, bahkan terjadi saling lempar tanggung jawab antara Kepala Desa Laosu Jaya, Mustamar dengan pihak PT VDNI.

Akibatnya puluhan masyarakat yang tergabung dari Desa Banggina, Tobemeita, Subur, Laosu jaya, Ululalimbue, Kapoiala baru, Tani indah, Labota dan Lalongambuno memblokade akses jalan pelabuhan Jeti PT VDNI selama 2 hari sejak Rabu hingga Kamis (28 Februari-1 Maret). Akibatnya aktivitas pelabuhan Jeti PT VDNI lumpuh total.

Deretan truk pengangkut PT VDNI yang tidak bisa melintas ke Jeti karena alannya di blokade warga. Foto : Awi / anoatimes.id

Jenderal lapangan massa aksi yang memblokade jalan Jeti PT VDNI, Kasman Hasbun mengatakan masyarakat sudah cukup bersabar, sampai saat ini belum ada penyelesaian terkait sertifikat tanah tersebut.

“Karena tidak ada penyelesaian maka kami meminta agar dipertemukan dengan Mr Tony, Bos PT VDNI, tidak boleh dengan yang lain harus dengan yang memegang kebijakan,” tegas Kasman, usai memblokade Jeti PT VDNI, Kamis (1/3/2018) malam tadi.

Lebih lanjut, Kasman menambahkan bahwa masyarakat sudah menanyakan kepada Pak Desa Laosu Jaya, namun Pak Desa mengatakan sertifikat ada pada PT VDNI, dan PT VDNI mengatakan ada pada Pak Desa.

“Disini ada saling tuding, antaa pak Desa dan PT VDNI,” tuturnya.

Kasman mengungkapkan, tindakan masyarakat memblokade jalan Jeti PT VDNI bukan hanya karena persoalan sertifikat tanah, akan tetapi juga terkait persoalan CSR yang menurutnya tidak ada yang dirasakan oleh masyarakat sekitar PT VDNI.

“CSR juga tidak dirasakan oleh masyarakat, lebih parahnya tambak-tambak petani ikan, sudah terkena limbah PT VDNI yang menakibatkan ikan di tambak mati,” ungkapnya.

“Dulu sebelum adanya PT VDNI, hasil petani ikan bisa mencapai Rp 30 juta per tiga bulan, namun sekarang sudah tidak lagi,” katanya.

Ikan-ikan yang mati di duga terkena limbah aktivitas PT VDNI. Foto : Istimewa

Sementara itu, Kapolres Konawe, AKBP Akbar yang turun langsung meminta masyarakat untuk membuka blokade tersebut bejanji akan memediasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak PT VDNI.

“Selasa (6/3/2018) kita upayakan mempertemukan masyarakat dengan pihak perusahaan,” katanya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •