Hado Hasina Bantah Lakukan Plagiat Pada Disertasi Doktornya Di UNJ

oleh -46 views
Kepala Dinas Perhubungan Sultra, Hado Hasina
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Dugaan plagiat disertasi 5 nama asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menempuh pendidikan Doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Jakarta alumni tahun 2016 menjadi perbincangan publik bumi anoa awal pekan ini.

Mereka yang disebutkan namanya seperti dikutip dari tirto.id adalah Nur Alam (gubernur Sultra), Hado Hasina (kepala dinas perhubungan), Muhammad Nasir Andi Baso (kepala badan perencanaan pembangunan daerah), Nur Endang Abbas (kepala badan kepegawaian daerah) dan Sarifuddin Safaa (asisten 1 sekretariat provinsi).

Seperti yang diberitakan oleh tirto.id bahwa 5 nama tersebut berdasalkan hasil kerja Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi bahwa ke 5 mahasiswa program doktor Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia Pascarasarjana UNJ tersebut gelar doktornya diduga didapatkan dari hasil plagiat.

Menanggapi masalah tersebut Hado Hasina mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanya imbas karena ada orang lain yang disalahkan.

“Itu adalah hal biasa, Saya kuliah di UNJ bukan karena jadi pejabat Nur Alam. Nur Alam jadi gubernur dan tidak, saya tetap mengikuti proses kuliah pascasarjana tersebut dan Alhamndulillah saya selesaikan dengan baik,” ujar Hado saat ditemui di Gedung DPRD Sultra, Senin (28/08/2017).

Soal dituduh sebagai plagiator, Hado mengaku tidak pernah merasa terganggu, sebab dirinya tidak pernah melakukan plagiat.

Mantan Plt Sekda Butur ini mengatakan, bahwa soal plagiat nanti masyarakat yang menilai, apakah pantas mendapatkan gelar doktor dengan hasil plagiat tersebut.

“Masalah plagiat itu, saya yakin dia tidak uji saya punya hasil disertasi. Kalau dia ujia Insya Allah dia tidak akan temukan masalah plagiat itu,” jelasya.

“Haram hukumnya bagi saya jika saya menjadi alumni satu perguruan tinggi dan saya selesai dengan cara plagiat,” beber Hado.

Hado juga memberkan bahwa disertase miliknya dengan judul “Evaluasi Program Penanganan Jalan Lokal Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara” belum pernah ada satu orangpun yang menulis dengan judul yang sama dengan miliknya.

“Insya Allah plagiatnya nihil, di dunia ini belum ada yanh menulis tentang ini. Jadi saya mau contoh sama siapa?,” terang Hado sambil bertanya.

Hado juga mengukapkan bahwa untuk menyelesaikan disertasinya butuh waktu setahun agar semua rampung.

Ia adalah mahasiswa Pascasarjana UNJ sejak 2014 dan selesai pada 2016 lalu.

“Saya tidak merasa rugi. Kami sudah komunikasi dengan alumni UNJ, dan mereka mempersoalkan tim EKA. Mereka itu siapa? Apa yang dilakukan untuk seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia? Dan termasuk ketua tim EKA Supriadi Rustad mantan Plt Rektor UHO,” tegas ketua Kekal Kendari ini.

“Jika ijazah saya dihentikan maka tim EKA saya tuntut termasuk Menteri. Saya tidak tau orang lain tapi kalau disertasi saya tidak ada plagiat itu. Siapa saya yang cabut saya akan tuntut termasuk rektor UNJ pak Djaali,” pungkas Hado Hasinya dengan nada yang keras.

Laporan : Rahmat R

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •