Hakim Tipikor Vonis Bebas Adik Gubernur Sultra

oleh -219 views
Salah seorang tim kuasa hukum Adik Gubernur Sultra, Samidu
  • 419
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    419
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Kendari, Jumat (21/9) memvonis bebas adik Gubernur Sultra Ali Mazi bernama Sahrin atas dakwaan dugaan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar subsidi teruntuk nelayan.

Vonis bebas terhadap Direktur PT Daka Migas tersebut, berbanding terbalik dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Konawe, yang menuntut 11 tahun penjara serta denda Rp 11 miliar.

Baca Juga : Negara Merugi Rp 11 Miliar di SPBN Adik Ali Mazi

Salah seraong dari tim kuasa hukum Adik Gubernur Sultra, Samidu kepada anoatimes.id mengatakan hakim berpendapat perbuatan terdakwa Sahrin, hanya lebih pada dugaan penyalahgunaan penyaluran distribusi solar subsidi nelayan.

“Sementara pertimbangan majelis hakim hal tersebut tidak memenuhi syarat tindak pidana korupsi yang dilakukan pak Sahrin,” ungkap Samidu usai sidang di Pengadilan Negeri Kendari, Jumat (21/9).

Ia menerangkan, majelis hakim menilai seharusnya perkara yang dikenakan adalah undang-undang migas, karena aktifitas yang dilakukan Sahrin bukan pejabat yang melakukan jual beli solar, tapi pihak swasta yang mendistribusikan solar subsidi pertamina ke nelayan.

“Tapi dari pihak Polda Sultra dan Kejari Unaaha memandang bahwa penjualan BBM solar sisanya dijual diluar pada nelayan adalah tindak pidana korupsi,” terangnya.

Baca Juga : Final, Imran Pimpin Tim Sukses Prabowo-Sandi di Sultra

Terkait audit BPKP Sultra menyatakan perbuatan Sahrin merugikan keuangan negara sebesar Rp 11 miliar. Samidu menanggapi seharusnya BPKP Sultra mengaudit pertamina sebagai wakil negara.

“Tapi yang diaudit adalah perusahaan terdakwa PT. Daka Migas yang tidak memiliki hubungan secara langsung dengan keuangan negara,” tukasnya.

Seperti diketahui Sahrin selaku direktur PT. Daka Migas, diduga melakukan dugaan korupsi distribusi solar subsidi nelayan yang disalurkan di SPBN Soropia kabupaten Konawe.

Kejari Unaaha menjerat Adik orang nomor wahid di Sultra itu dengan pasal 2 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 juncto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Laporan : Jayusman
Editor : Awi

  •  
    419
    Shares
  • 419
  •  
  •  
  •  
  •  
  •