Hitung Mundur Hari Janji Lukman Abunawas Cabut IUP di Konkep

oleh
Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas saat menemui massa aksi mahasiswa dan masyarakat Konawe Kepulauan (Konkep) yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sultra, Kamis (14/3/2019). Foto : Jayusman/anoatimes.id
  • 231
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Wakil Gubernur Sultra, H Lukman Abunawas sudah terlanjur berjanji di hadapan masyarakat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sultra 14 Maret 2019 lalu yang menolak adanya pertambangan di Konkep. Saat itu, H Lukman Abunawas berjanji akan mencabut seluruh IUP yang saat ini masih aktif di Konkep. Bahkan, H Lukman Abunawas mempertaruhkan jabatan dan nyawanya.

10 hari, itulah waktu yang ia ucapkan dengan lantang di hadapan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung ke dalam Front Rakyat Sultra Bela Wawonii (FRSBW). Namun, dalam surat pernyatan yang FRSBW sodorkan ke dirinya dan ditandatanganinya, waktunya untuk mencabut IUP keseluruhan di Konkep ialah 14 hari terhitung sejak di tandatanganinya surat pernyataan itu yakni pada 14 Maret 2019 lalu. Dengan demikian pada 27 Maret 2019 medatang, sudah harus ada kesimpulan dari janji yang sudah diucapkan orang nomor dua di Bumi Anoa ini.

Surat Pernyataan Pencabutan IUP di Konkep yang ditandatangani Wakil Gubernur Sultra, H Lukman Abunawas

Sisa beberapa hari lagi, FRSBW dalam rilisnya yang dikirim Jenderal Lapangan massa aksi, Mando Maskuri ke redaksi anoatimes.id mengungkapkan pihaknya akan terus mengawal perealisasian janji Wakil Gubernur Sultra, H Lukman Abunawas untuk mencabut IUP di Konkep.

“Kita tetap komitmen mengawal, saat itu Pak Lukman ucapkan 10 hari, tapi kita komitmen waktu 14 hari sesuai dengan isi surat pernyataan,” tegas Mando Maskuri, Kamis (21/3/2019).

Selain itu, lanjut Mando Maskuri, FRSBW sudah membentuk tim kecil untuk mempertanyakan sejauh mana langkah Pemerintah Provinsi Sultra dalam kerangka proses pencabutan IUP di Pulau Wawoni.

“Jikalau Wakil Gubernur Sultra H.Lukman Abunawas, tidak menepati janji, maka kami meminta H.Lukman Abunawas, melepas jabatannya dan siap potong leher sesuai pernyataannya di depan masa Aksi Front Rakyat Sultra Bela Wawonii pada tanggal 14 Maret 2019 di depan Kantor Gubernur Sultra,” tegasnya.

“Apabila pihak Pemerintah Provinsi Sultra tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami akan membangun gerakan yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Laporan : Awi