HUT Kemerdekaan RI, 39 Napi Perempuan Diusulkan Dapat Remisi

oleh

ANOATIMES,ID. KENDARI – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74. Sebanyak 39 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kendari diusulkan mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman satu sampai enam bulan.

Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari Rita Ribawati, Kamis (16/9/2019), mengatakan usulan remisi dikarenakan ke-39 narapidana perempuan selama di lapas berkelakuan baik serta ikuti aturan lapas dan tidak pernah dapat “letter f” atau hukuman disiplin.

Namun Rita Ribawati menyebutkan narapidana kasus korupsi Fatmawati Faqih penghuni lapas perempuan tidak mendapatkan remisi khusus memperingati HUT Kemerdekaan.

Fatmawati Faqih adalah mantan Kepala BPKAD Kota Kendari. Dia terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Fatmawati Faqih di OTT bersama mantan Wali Kota Kendari Asrun dan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra (ADP).

Eks bawahan Asrun ini sementara menjalani vonis penjara 8 tahun 4 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari. Vonis penjara didapatnya dari Pengadilan Tipikor Jakarta tahun 2018 lalu.

Rita Ribawati menjelaskan tidak diusulkannya Fatmawati Faqih mendapat remisi, karena salah satu terganjal Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 tahun 2012.

“PP Nomor 99 tahun 2012 mengatur syarat pemberian remisi bagi napi korupsi. Dan syarat ini belum dipenuhinya,” katanya di ruangan kerjanya, Kamis (15/8/2019).

Dia menyebutkan sejumlah syarat itu, antara lain bersedia menjadi justice collaborator serta melunasi denda dan uang pengganti pidana.

“Semua syarat ini wajib dipenuhi napi korupsi. Bahkan kalau salah satu syarat yang dipenuhi tetap tidak mendapatkan remisi,” jelasnya.

Mantan Kepala Rubasan Kalimantan Selatan ini menjelaskan PP 99/2012 berlaku bagi napi kasus narkoba. Tapi peraturan tersebut tidak berlaku pada narapidana kasus yang sama tetapi menjalani masa hukumannya di bawah lima tahun penjara.

Laporan : Jayusman