Ibu Almarhum Jalil Kecewa dengan Putusan Majelis Hakim

oleh -100 views
Rahmatia ibu almarhum Jalil menangis di Pengadilan Negeri Kendari, Selasa (8/5). Dirinya tidak terima vonis hakim melepas dua oknum polisi. Foto : Jayusman / anoatimes.id
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    33
    Shares

ANOATIMES.ID. KENDARI – Tangis dan teriakan histeris Rahmatia ibu almarhum Jalil meledak di ruang sidang. Ketika mendengar vonis hakim memutuskan dua oknum polisi Ikhsan dan Dirga tidak dapat dipidana walaupun keduanya terbukti bersalah menganiaya Jalil hingga meninggal dunia.

Usai sidang Rahmatia berupaya mendekati kedua oknum polisi tersebut tapi sia-sia. Sebab beberapa keluarga terdakwa berupaya menghalanginya.

“Kalau komorang dua berani, sini ko ketemu saya,” teriak Rahmatia kepada kedua terdakwa.

Rasa kecewanya tidak dapat dibendung ketika majelis hakim memberi putusan pada keduanya yang sudah menghilangkan nyawa putranya.

Upaya beberapa kerabatnya tidak bisa menghentikan tangisan dan teriakan Rahamatia. Walaupun perempuan berjilbab itu sudah berada di depan kantor Pengadilan Negeri Kendari.

Bahkan upaya Rahmatia ingin menemui kedua terdakwa tidak pupus. Ia mencoba lewat samping kanan kantor pengadilan tempat masuk keluarnya mobil tahanan.

Namun sayang upayanya kandas. Sebab akses ke tempat itu dipasang pintu jeruji besi.

Tentunya hari dirinya bakal sulit melupakan polisi yang menangkap putranya didepan mata sendiri dikediamannya beberapa waktu lalu, hari Selasa (8/5) ia mesti melihat kedua oknum polisi itu lepas dari dakwaan jaksa.

Waktu Anoatimes.id ingin mewancarai ibu almarhum Jalil, dia menolak untuk diwawancarai. Akhirnya melalui tim LBH Kendari yang intens mengawal kasus tersebut beredia memberi tanggapan.

Wiwin Irawan dari LBH menyatakan, menghormati putusan hakim tapi pihaknya kecewa putusan ini ada ketidakadilan utamanya dari pihak keluarga.

“Sebenarnya kasus ini dari awal tuntutan sudah ada ketidakadilan yang kemudian berimbas pada putusan pengadilan. Putusan ini tentunya bagi keluarga almarhum tidak adil,” ucapnya kecewa.

Ia juga menyoroti majelis hakim yang mengeluarkan putusan kontrovesi tersebut.

“Seharusnya majelis hakim memberi putusan yang bisa memberi efek jera pada kepolisian agar mereka bisa berubah. Agar tidak ada lagi kasus Jalil berikutnya,” harapnya.

Ditanya apa upaya hukum dari LBH Kendari. Wiwin mengatakan pihaknya untuk sementara langkah awalnya akan berkonsultasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) apakah akan banding atau tidak.

Laporan : Man

  •  
    33
    Shares
  • 33
  •  
  •  
  •  
  •  
  •