Ini Penyebab Orang Tua Siswa Ancam Guru SMA 1 Kendari

11
7637
Suasana mediasi antara pihak sekolah dan para orang tua siswa. Foto : Istimewa

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kabar adanya orang tua siswa yang melakukan pengancaman hingga pemukulan terhadap seorang guru SMA 1 Kota Kendari, Jumat (20/10/2017) sekitar pukul 10.00 Wita rupanya benar terjadi.

Kapolsek Kemaraya, Iptu Fajar kepada anoatimes.id mengatakan kejadian tersebut terjadi akibat oknum guru Ha melakukan pemukulan terhadap siswanya Ch, akibatnya orang tua Ch tidak terima dan mendatangi Ha lalu melakukan pemukulan tehadap Ha.

Baca Juga : Beredar Kabar Orang Tua Siswa Kejar Guru di SMA 1 Kendari dengan Sajam

“Keterangan saksi di lokasi, sempat ada pengancaman oleh Su (orang tua Ch) kepada Ha menggunakan sebuah badik namun saat di cek ke TKP badik tersebut tidak ada,” ujar Fajar.

Lebih rinci, Fajar menjelaskan awal mula kejadian itu terjadi ketika seorang siswi Nk kehilangan uang Rp 100 ribu, kemudian Nk memberitahukan ke teman-temannya dan ada seorang teman Nk mengaku bahwa melihat seorang siswa yang mengambil uang Nk.

“Sa (teman Nk) mengaku melihat If mengambil uang Nk. Sa dan Ch lalu mendatangi If untuk menanyakan hal itu, karena If merasa tidak mengambil uang itu, Ch lalu emosi dan langsung mengeroyok IF. If lalu tidak pernah masuk sekolah,” katanya.

“Sejak saat itu If tidak pernah masuk sekolah dan melaporkan ke orang tuanya, lalu orang tuanya komplain ke sekolah, pihak sekolah berencana akan memanggil orang tua terkait,” ungkapnya.

Baca Juga : Berpasangan atau Tidak, Asrun – Hugua Tunggu Putusan DPP PDIP

Lanjut, Fajar menambahkan sebelum para orang tua murid datang ke sekolah, Ha melakukan penamparan terhadap Ch karena Ha menilai Ch tidak sopan dan kurang beretika. Ch lalu melaporkan tindakan Ha ke orang tuanya (Su).

“Orang tua Ch (Su) tidak terima perlakuan Ha kepada anaknya, kemudian Su datang ke sekolah dan memukul Ha di bagian belakang kepalanya hingga Ha terjatuh,” tambahnya.

“Persoalan itu tidak berlanjut, Kepala Sekolah dan Anggota (Personil Polsek Kemaraya) memediasi para pihak dan menyelesaikannya secara kekeluargaan,” tutup Fajar.

Laporan : Awi

11 KOMENTAR

  1. Kata” kurang sopan dn kurang beretikannya dimasukin biar ketauan, kenapa pak Ha nampar tu anak. Anak” yg neroyok if juga dihukum. Sa juga jangan asal nuduh kasian If

    • Bukan gurunya yg bodoh tpi muridnya yg tdk mau dikasih tau, sdh dikasih tau baik” malah membantah lalu kemudian memukul gurunya sendiri..

    • Bukan gurunya yg bodoh, dulu kta klu dicubit atau dipukul guru pasti ada penyebab dan itu cara supaya kta jera. Guru itu terkenal tidak pernah main tangan, klu dia maij tangan brarti kesalahan anak itu sdh fatal sekali. Jdi jngn menghakimi klu tidak tau bgmna beliau di skolah. Klu sya salah trus guruku main tangan org tuaku terima lah malah ditambah pasti krn salah anak sndiri

  2. Percuma di didik klo akhirnya malah kurang ajar. Itu akibat kurangnya pengajaran org tua tentang etika yg baik terhadap anak…
    “Kasi keluar sj itu anak, biar bapaknya yg ajar main pedang-pedang”

  3. Dulu kita nakal juga…tp sama guru mana berani… Ancaman ortu dulu “awas saya lapor gurumu” lah sekarang, dulu kalau betis merah ada tanda..jadi ortu tinggal lihat, anaknya nakal atau bodoh, lihat dibetis, namanya tanda registrasi, aduhhh anak sekarang kebablasan, pesan kepada semua ortu di rumah, sdh ada terbit tuh dari mahkamah agung guru tidak dikenakan hukuman untuk guru yang mendisiplinkan siswa..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here