Ironi Warga Konkep Pertahankan Tanah Mereka dari Perusahaan Tambang

oleh -12 views
Polisi berdialog dengan warga. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONKEP – Selama bertahun – tahun warga Desa Suka Rela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengolah tanah mereka. Berkebun berbagai tanaman jangka panjang, Coklat, Mete, Kelapa dan Pala serta Cengkeh.

Dari hasil kebun itulah, warga menggantungkan kehidupannya. Selain itu juga hasil kebun digunakan untuk menyekolahkan anak – anak mereka.

Turun temurun, terhitung tiga puluh tahunan lebih warga mengolah lahan yang diklaim perusahaan PT Gema Kreasi Perdana (GKP) dengan bermodalkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dari kementrian Kehutanan RI.

Alat berat PT GKP

Selama tahunan juga, masyarakat rutin membayar pajak ke Pemerintah kabupaten Konkep.

“Kita olah sudah puluhan tahun disini, dan rutin bayar pajak,” ujar Mahdar saat dijumpai anoatimes.id di lokasi lahan miliknya.

Mahdar yang merupakan suami Wa Ana, mengatakan tidak mau lahan yang sudah di olah keluarganya selama puluhan tahun dikuasi oleh PT GKP, seperti lahan – lahan warga lainnya yang sudah diambil alih oleh perusahaan anak dari Harita Grup itu.

Dua warga lainnya ialah, Amin dan La Aba dengan sikap yang sama seperti Mahdar, tetap akan mempertahankan lahan mereka. Diketahui lahan ketiga warga tersebut, kata Direktur Operasional PT GKP, Bambang Murtiyoso, masuk dalam wilayah IPPKH perusahaan.

Bermodalkan parang, puluhan warga naik ke kebun mereka, berjaga agar alat berat dari PT GKP tidak masuk. Namun, apalah daya, saat warga lengah, di tengah malam buta, PT GKP memasukan puluhan alat berat.

Kamis (22/8/2019) dinihari, puluhan alat beratpun masuk. Di pagi harinya warga barulah mengetahui hal itu, puluhan warga marah dan mengikat karyawan PT GKP yang saat itu masih berada di kebun mereka.

Mulai saat itu, warga tak mau kecolongan lagi, mereka secara bergantian berjaga di lokasi mereka. Sabtu (24/8/2019) Kepolisan Resor Kendari melalui Kabag Ops AKP Samuel dan Kasat Reskrim AKP Diki Kurniawan menemui warga di lokasi, mengatakan pihak kepolisian akan menurunkan alat berat dari lokasi warga.

“Kami ada disini untuk menurunkan alat, kami upayakan hari ini,” kata AKP Diki Kurniawan.

Mendengar penjelasan kasat reskrim, wargapun menyetujui agar alat segera diturunkan ke base camp PT GKP.

Pantauan anoatimes.id, puluhan alat berat PT GKP baru diturunkan pada Minggu (25/8/2019).

Laporan : Jumdin

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •