Ishak Ismail Angkat Bicara Soal Kredit Macet, Sebut Ali Mazi Gagal Paham

oleh

ANOATIMES.ID, KENDARI – H Ishak Ismail menyayangkan sikap Bank Sultra yang dengan gamblang membeberkan kerahasian data dirinya terkait fasilitas kredit dan nominal kredit yang ia ambil di Bank Milik Pemerintah itu.

“Saya kecewa dengan Bank Sultra, debitur itu dilindungi oleh UU Perbankan, data – data harus dirahasiakan, ini kok sampai ada yang dipublikasi, artinya Bank Sultra tidak melindungi kerahasian data saya,” kesal Ishak Ismail saat ditemui dikediamannya, Senin (12/8/2018) malam.

Selain itu, Ishak Ismail juga menyayangkan sikap Gubernur Sultra, H Ali Mazi yang dengan reaktif meminta kejaksaan untuk mengusut hal ini. “Selama republik ini berdiri, saya baru lihat ada gubernur yang urusi kredit masyarakatnya,” kata Ishak Ismail.

Ishak menegaskan kredit perusahaan yang ia pimpin di Bank Sultra tidak ada masalah dan semua berjalan dengan baik dan lancar. Status kredit perusahanya ialah Stand by Loan. Kredit stand by loan ini diberikan kepada nasabah yang sifatnya khusus, memiliki proyek rutin dan kredibilitas terpercaya.

“Kredit saya ini sudah 10 tahun, awalnya dari Rp 5 miliar, naik Rp 10 Miliar naik Rp 15 miliar sampai teman – teman melihat saya banyak proyek sehingga diberikanlah Rp 30 Miliar,” tuturnya.

Pemberian nominal kredit kontraktor ini 30 persen dari nilai proyek yang dikerjakan, dan saat ini nilai proyek Ishak Ismail sekitar Rp 100 miliar. Jaminan proyek tersebut sangatlah jauh lebih besar ketimbang nilai kredit yang Rp 30 Miliar.

“Kalaupun toh ada masalah kan saya ada jaminan. Jaminan saya diatas nilai Rp 30 Miliar. Ini saya lihat Ali Mazi gagal paham dengan kredit saya. Kredit saya tidak ada masalah, dan dari Bank pun sudah menyatakan tidak ada masalah,” tambahnya.

Mengenai adanya termin yang tidak terpotong, Ishak menjelaskan kejadian itu pada saat adanya pergantian direksi dan posisi di akhir tahun, sehigga pada termin saat itu tidak terpotong, namun di awal tahun diirinya telah melakukan pembayaran dan sampai saat ini terhitung sudah Rp 7,4 miliar yang ia sudah bayarkan dari Rp 21 miliar kreditnya.

“Saya komitmen akan tuntaskan semuanya di tahun ini. Pembayaran kredit berdasarkan termin, jadi setiap termin dilakukan pemotongan oleh bank. Besok saya akan bayar lagi sekitar Rp 2 miliar,” tambahnya.

Seharusnya, kata Ishak Ismail dirinya haruslah didukung oleh pemerintah sebab selama dirinya bermitra dengan Bank Sultra, dirinya rutin memberikan pemasukan kepada Bank Sultra melalui pembayaran bunga dari kredit yang perushaannya ambil.

“Tiap tahun itu rata – rata Rp 1 miliar lebih bahkan pernah Rp 2 miliar bunga yang saya bayarkan,” katanya.

Ishak Ismail pun menjadi bertanya – tanya atas sikap gubernur yang begitu reaktif dalam dugaan kredit macet perusahaannya. “Apakah karena saya tidak dukung pak Ali Mazi dalam pencalonan gubernur, apakah karena saya di PDIP dia (Ali Mazi, red) di NasDem, dan apakah karena saya sudah berkawan dengan Pak Lukman,” ungkap Ishak.

“Jujur saja ya, tidak ada proyek pemerintah provinsi yang saya kerjakan, dan saya tidka mau selama kepemimpinan Ali Mazi. Kita semua tahu bahwa dia (Ali Mazi, red) punya kontraktor khusus dari Makassar,” tegasnya.

Laporan : Awi