Izin Edar di Cabut, BPOM Sultra Sidak Produk Viostin Ds dan Enzyplex

oleh -49 views
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sultra, Adilah Pababari.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mencabut izin edar Viostin DS dan Enzyplex di pasaran, BPOM RI juga memerintahkan kepada PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menarik ke dua produk tersebut dari pasaran.

Menindak lanjuti pencabutan izin edar dua produk tersebut, BPOM Sultra melakukan sidak terhadap ke dua produk tersebut di pasaran, bahkan BPOM Sultra juga sudah menyambangi dua distributor pemasok dua produk tersebu di Sultra.

Baca Juga : Arwin Kadaka Berstatus Tahanan Kota, Mahasiswa Sebut Arwin Kadaka di Istimewakan

“Kami sudah turun langsung cek ke pasaran dan rupanya pihak distributor sudah menariknya dari pasaran,” ujar Adilah Pababbari saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (7/2/2018), kemarin.

Adilah menambahkan bahwa di Sultra ada dua distributor yang tercatat di BPOM Sultra yaitu PT CSS dan PT Matakar, dan sejauh ini dua distributor tersebut masih terus melakukan penarikan dua produk tersebut.

“Walaupun pihak distributor sudah melakukan penarikan namun tetap kami terus melakukan pemantaua di pasaran,” katanya.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Sultra untuk dapat menginstruksikan ke setiap apotik yang menjual dua produk tersebut,” tuturnya.

Untuk diketahui BPOM I mencabut izin edar Viostin Ds dan Enzyplex dikarenakan pada dua produk tersebut positif mengandung DNA Babi. Temuan BPOM RI tersebut berbeda dengan komposisi yang dilaporkan perusahaan yang memproduksi dua produk tersebut.

Dalam hal ini, BPOM RI mendapati ketidak konsistenan informasi data pre-market dengan hasil pengawasan post-market.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •