Janji Tak Terealisasi, Warga Polisikan PT Baula

oleh -39 views

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tiga ahli waris lahan seluas kurang lebih 47 hektar yakni Lamarota, Makatutu dan Lapae, di Desa Asingi, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melaporkan PT Bula Petra Buana (BPB) ke Polda Sultra.

Tiga ahli waris yang diwakili oleh kuasa hukum mereka, Efendi Nurman mengatakan pihakya terpaksa melaporkan PT Baula lantaran kesepakatan antara cliennya dengan pihak perusahaan tidak terealisasi.

“Kami laporkan terkait dugaan penyerobotan lahan warga oleh PT Baula,” ujar Efendi, usai melapor ke Polda Sultra, beberapa waktu lalu.

Lanjut, Efendi menjelaskan sebelumnya pernah ada pertemuan antara ahli waris dengan pihak perusahaan, dan menghasilkan beberapa kesimpulan.

“Antara perusahaan dan pihak rumpun ini sudah dimediasi dalam hal royalti. Namun tidak ada titik temu, karena pihak perusahaan bersikukuh,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, seorang ahli waris, Lapae mengatakan pihaknya sudah dua kali melakukan komunimasi ke perusahaan, namun sampai hari ini tidak ada realisasi dari pertemuan tersebut.

“Tahun 2015 di kantor PT Baula kami dari ahli waris bertemu Romansa salah seorang direkturnya. Dan saat itu beliau terima baik kedatangan kami. Kemudian dia (Romansah, red) berjanji bahwa persoalan ini akan segera disampaikan ke pusat, dan kami dikasi waktu salama 1 minggu. Namun sampai hari ini pihak Baula tak kunjung memberikan informasi,” unkapnya

“Tahun ini kami bertemu lagi dengan perusahaan. Setelah kami bertemu, perusahan mengakui jika lahan itu milik kami, dan akan memberikan royalti sebesar Rp 500 perak per matrik kubik dari lahan yang dicaploknya. Tapi kami tidak setuju, karena kalau dibagi dengan 58 orang ahli wari itu hanya Rp 300 Ribu per orang. Itu kan sangat tidak manusiawi,” tutupnya.

Laporan : Awi