Junaid Bantah Bawa Pekerja PT WIL Untuk Intimidasi Pekerja Gardu Induk

oleh -57 views
Tali rafia yang dibentang oleh Junaid sebagai tanda lahan miliknya yang saat ini dibangunkan Proyek Nasional Gardu Induk berkapasitas 150 Kv. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sebelumnya Subkontraktor Proyek Nasional Pembangunan Gardu Induk, La Sara Laindi mengatakan pekerja lapangannya di intimidasi oleh sejumlah karyawan PT Wijaya Inti Lestari (WIL) yang dibawa oleh Junaid, saat hendak melakukan pengerjaan Gardu Induk di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepada anoatimes.id, Senin, (18/11/2019) malam via seluler, Junaid membantah bahwa dirinya membawa pekerja PT WIL ke lokasi pekerjaan Gardu Induk.

“Itu tidak benar pak, yang saya bawa itu kerabat dan keluarga saya, kebetulan habis dari pesta. Pakai mobil pribadi, mobil kemenakan dan memang kalau saya, saya pakai mobil operasional PT WIL yang diberikan ke saya karena saya pengawas lapangan,” ujar Junaid.

Junaid menceritakan bahwa dirinya tidak menghalangi proses pengerjaan Gardu Induk, yang ia larang ialah proses pengerjaan Gardu Induk yang masuk ke lahan miliknya, sebab menurut Janaid masih ada kewajiban yang belum diselesaikan pihak kontraktor sebagaimana kesepakatan lisan yang telah disepakati.

“Saya tidak menghalangi pak proses pengerjaan. Lokasi pembangunan gardu untuk itu kan ada beberapa luasan dari belasan warga yang sudah membebaskan lahannya, yang saya larang itu yang telah saya pasangi tali rafia yang milik saya,” kata Junaid.

Lebih lanjut, Junaid mengatakan dirinya kerap dijanji – janji dalam realisasi pembayaran sisa dari pembebasan lahannya. “Masih ada sekitar Rp 224 juta pak, yang harus diselesaikan Kontraktor seperti pada kesepakatan bersama antara PLN, Kontraktor dan Saya pak,” katanya.

“Awalnya saya tidak mau bebaskan lahan saya, tetapi Pak Fahrul dan Pak Ikbal (utusan PLN) datang kerumah negosiasi, katanya sisanya akan dibayarkan oleh kontraktor pemenang tender,” tutur Junaid.

Kontraktor pemenang tender ialah PT Indokomas, dan subkontraktornya PT Panrita yang dipimpin Abu, namun seiring berjalannya pengerjaan, PT Panrita mendapat SP2, sehingga Lasara Laindi masuk menggantikan PT Panrita dengan memakai perusahaan PT Celebes.

“Pak Inung (sapaan akrab Lasara Laindi) sudah mengiyakan juga bahwa akan membayarkan sisanya. Waktu itu di mediasi Kapolsek lama Pak Rahman, dan akan dibayarkan di bulan 12 tapi saya tidak terima,” kata Junaid.

“Sudah empat x jatuh tempo, sampai terjadilah malam tanggal 5 ada tindakan dari anak saya,” tuturnya.

Esoknya, lanjut Junaid, dirinya memanggil Inung ke Polsek Wolo untuk membuat pernjanjian akan pembayaran sisa pembebasan lahan miliknya. Di mediasi oleh Kapolsek Wolo, bahwa akan dibayarkan pada bulan 12.

“Saat itu pak Kapolsek sebagai jaminan, saya tidak enak sama Kapolsek makanya saya iayakan dan mau buat perjanjian tapi Pak Inung berubah lagi, katanya sudah di pukul,” ujar Junaid.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •