KADIN Kendari Segera Surati OJK Beri Kepastian Terhadap Debitur Terdampak Covid-19

oleh -729 views
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Kendari, Avianto Perdana Pagala
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hampir diseluruh wilayah Indonesia terdampak virus covid 19. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Indonesia menerapkan Work From Home (Bekerja dari Rumah).

Langkah pemerintah tersebut diberlakukan untuk mencegah peredaran covid 19 semakin meluas. Namun disisi lainnya, pemberlakuan Work From Home tersebut membuat perekonomian beberapa sektor turun drastis bahkan terpuruk.

Misalnya di sektor jasa transportasi online, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta Pekerja Harian Lapangan (PHL). Omset di ke tiga sektor tersebut jauh mengalami penurunan, di sisi lain adanya kewajiban membayar kredit pada perbankan ataupun jasa keuangan lainnya.

Ketua Komunitas Grab Angkot Lama, Yais Yaddi mengatakan omset pendapatan perhari dirinya dan rekan-rekan sangat minim sekali bahkan tidak sebanding dengan pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam sekali jalan.

“Kami sangat terkena dampak dari adanya wabah ini, di saat orang lain telah melakukan Work From Working kami yang pekerja disektor jasa transportasi online dilapangan tetap harus bekerja demi menopang kehidupan keluarga kami,” keluh Yais, kepada anoatimes.id, Sabtu (21/3/2020).

Pendapatan sangat minim, namun kredit terus berjalan. Itulah dilema yang saat ini dirasakan para pekerja jasa transportasi online dan UMKM, serta PHL.

“Kami berharap agar pemerintah dan stake holder lainnya dapat menyuarakan keluhan kami ke OJK maupun perbankan atau jasa keuangan lainnya,” harapnya.

Ditemui di Kediamannya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Kendari, Avianto Perdana Pagala mengatakan dirinya sudah mendengar keluhan-keluhan yang dialami para pelaku usaha yang menjadi terdampak penyebaran covid 19 di Kota Kendari.

“Kami sudah mendengar persoalan yang dialami pelaku usaha, dan kami juga akan menindak lanjutinya,” ujarnya.

Avi sapaan akrab Avianto Perdana Pagala mengatakan Kadin secara kelembagaan akan bersurat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meminta kepastian para pelaku usaha yang menjadi debitur di perbankan ataupun jasa keuangan lainnya mengenai kredit mereka.

“Suratnya sementara dibuat, dan Insya Allah Senin (23/3/2020), akan segera kami kirimkan ke OJK,” ujarnya.

Lanjut Avi sebenarnya OJK pusat sudah meminta sektor perbankan untuk memberikan stimulus kepada debitur terdampak penyebaran virus corona. Dalam hal ini, OJK membuat aturan yang tertuang dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.3/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease.

“Dalam surat nanti, kami minta penegasan OJK apakah di restruk atau apapun itu yang berbentuk penangguhan pembayaran cicilan , soalnya ini bukan hanya tentang penurunan omset tapi juga arahan pemerintah tentang social distancing,” katanya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •