KAMMI Nilai Jokowi-JK Ingkari Janji Kampanye

0
196
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) saat menggelar aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM Non Subsidi oleh Pemerintah, di Kantor DPRD Provinsi Sultra, Senin (16/7). Foto : Awi / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tepat 1 Juli 2018, Pemerintah kembali menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), kali ini BBM Non Subsidi yang naik.

Sikap pemerintah tersebut mendapat respon penolakan dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Di Kendari, KAMMI mengelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (16/7), untuk meminta Dewan meneruskan penolakan tersebut ke pusat.

Kordinator lapangan (korlap) KAMMI, Azril Buton menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan tidak pro rakyat, yang mana menaikan BBM Non Subsidi tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan kepada masyarakat.

“Terlebih lagi menaikan harga BBM di malam buta, saat masyarakat terlelap tidur,” kata Azril.

Menurut Azril, dengan naiknya harga BBM kembali mengingatkan masyarakat akan janji-janji kampanye Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-Jk) yang mana telah berjanji tidak akan menaikan harga BBM.

“KAMMI juga sesalkan sikap Jokowi yang pada saat naiknya BBM tidak tampil, namun sibuk akan pencitraan politik,” ungkapnya.

“Dampak naiknya BBM mempengaruhi harga-harga dipasaran, yang mana sangat dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, DPRD melalui Suwandi Andi mengatakan akan meneruskan aspirasi penolakan kenaikan harga BBM ini ke Pusat.

“Kami akan teruskan. Semua aspirasi masyarakat yang disampaikan ke DPRD, akan kami sampaikan,” katanya.

Laporan : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here