Kapolda Sultra Ditantang Tuntaskan Kasus Kematian Bripda M Fatur

0
2118
Masa aksi dari Pemuda Pemerhati Hukum Sultra (PPH-Sultra) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra, Selasa (18/9). Foto : Awi / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kematian Bripda M Fatur, Bintara muda Polda Sultra usai mendapat tindakan kekerasan dari dua seniornya Bripda Zulfikar dan Bripda Fislan masih menyisahkan pilu di lubuk hati para keluarga. Di mata keluarganya, kematian Bripda M Fatur dianggap tidak wajar, pihak keluarganya pun meminta kepada Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto SIK untuk dapat menuntaskan persoalan kematian polisi remaja yang baru enam bulan berdinas sebagai anggota Polri di Polda Sultra.

Ayah Almarhum Bripda M Fatur, Ismail Marzuki kepada anoatimes.id berharap pihak kepolisian dapat menuntaskan persoalan kematian anaknya, dan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya.

“Kami pihak keluarga berharap, Kapolda Sultra dapat memberikan sanksi tegas kepada para pelaku,” pintanya.

Baca Juga : Dianiaya Senior Dalam Barak, Bintara Remaja Polda Sultra Meninggal Dunia

Tragedi memilukan tersebut mendapat perhatian banyak pihak di kalangan masyarakat. Sebab tindakan kekerasan terjadi di dalam Barak Dalmas Polda Sultra. Salah satunya dari Pemuda Pemerhati Hukum Sultra (PPH-Sultra). Selasa, (18/9), PPH-Sultra menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra sebagai bentuk perhatiannya terhadap potret tragedi kekerasan yang terjadi di markas Polda Sultra.

Koordinator Lapangan (Korlap) PPH-Sultra, Yogi Mengko mengatakan tindakan yang dilakukan dua oknum kepolisian tersebut merupakan tindakan yang mencoreng institusi penegak hukum khususnya di Sultra.

“Merusak citra kepolisian di mata masyarakat,” kata Yogi Mengko dalam orasinya.

Menurutnya, Kapolda Sultra harus memecat dua oknum polisi yang terlibat, sebab tindakan yang ke duanya lakukan tersebut dilakukan secara bersama-sama yang mengakibatkan kematian pada Bripda M Fatur.

“Kasus ini harus di usut dengan transparan, prosedural, dan profesional. Kapolda juga harus memecat Dir Sabhara karena telah lalai dalam menjalankan tugas, bila tidak dapat dilakukan Kapolda Sultra sebaiknya mundur dari jabatannya, karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Laporan : Awi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here