Kapolda Sultra Enggan Berkomentar Kasus Tertembaknya Warga di Muna

oleh -50 views
Ketgam : Kapolres Muna AKBP Ramos beserta beberapa anggotanya memikul jenazah korban. Foto : Ham
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Insiden tewasnya seorang warga Tampo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Sihu (43) karena terkena tembakan oleh oknum anggota Polisi, Brigadir A yang bertugas di Polsek Tampo, Polres Muna mengundang tanya besar, apa yang membuat Brigadir A hingga melakukan tindakan tersebut.

Atas kejadian itu, pihak keluarga korban meminta agar Kepolisian Daerah (Polda) Sultra dapat memproses kasus ini dengan profesional dan memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya.

“Saya serahkan kepada proses hukum, dan agar pelaku diberikan sanksi tegas karena telah menghilangkan nyawa bapak saya,” ujar Laode Ruslan.

Sementara itu, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto SIk enggan mengomentari kasus tewasnya Laode Sihu, warga Tampo yang tewas akibat terkena timah panas dari senjata Brigadir A.

“Kasus yang mana tu, Kita Ketemu disana ya,” ujar Brigjen Pol Andap Budhi Revianto SIK, Minggu (18/6/2017) sambil meninggalkan awak media.

Baca Juga: Seorang Warga Tampo Tewas Ditembak Oknum Polisi. Begini Kata Kapolres Muna!!!

Untuk diketahui, kejadian tewasnya Laode Sihu terjadi pada Jumat (16/6/2017) dini hari. Saat itu menurut, Kapolres Muna, AKBP Ramos, Brigadir A menerima informasi akan terjadinya transaksi ilegal BBM di wilayah pelabuhan Fery Tampo, kemudian Brigadir A lalu ke lokasi tersebut.

“Jadi ada informasi dari masyarakat, diduga ada transaksi ilegel BBM. Jadi, pihak dari Polsek Tampo yang sedang piket menindak lanjuti informasi tersebut. Lalu melihat ada perahu yang menempel di kapal Fery. Terus diberikan tembakan tegas peringatan tiga kali, untuk menghentikan kegiatan tersebut, kemudian orang diperahu tersebut mencoba melarikan diri, sehingga petugas melakukan tindakan tegas,” terang Ramos.

Berbeda dengan Ramos, istri Laode Sihu, Waode Marlina mengatakan saat itu suaminya (Laode Sihu, red) izin untuk keluar memancing dimalam hari. Subuhnya Waode Marliana mendapat kabar dari anaknya (Laode Ruslan, red) bahwa suaminya telah tewas terkena tembakan.

“Malamnya, suami saya (Laode Sifu, red) izin untuk keluar memancing. Namun subuhnya saya mendengar kabar dari anak saya (Laode Ruslan, red) bahwa suami saya meninggal tertembak,” ujar Woade Marlina.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •