Kapolres Kendari: Penyerangan di Posko Asrun-Hugua Tidak Bernuansa Politik

oleh -8 views
Suasana di Depan Posko Asrun-Hugua saat terjadi keributan dua kelompok antara simpatisan Asrun-Hugua dan pemuda Pencucian Kumbohu. Foto : Istimewa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sabtu (31/3) dinihari sekitar pukul 02.00 WITA, Posko Pemenangan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun-Hugua dikabarkan diserang sekelompok pemuda yang berasal dari sekitar Posko Asrun-Hugua di Jalan Bypas Laode Hadi, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua Kota Kendari.

Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaidi SIK mengatakan kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan politik, melainkan murni berawal dari pengeroyokan.

“Itu murni penganiayaan, bukan masalah pasangan calon tidak, sesama mereka juga, satu kelompok, yang dimana berawal dari kesalah fahaman, yaaaa biasa gara-gara miras,” ujar AKBP Jemi Junaidi, saat dihubungi anoatimes.id, Sabtu (31/3) via seluler.

Lebih lanjut, AKBP Jemi Junaidi menjelaskan bahwa pada saat itu ada orang yang datang ke Posko Asrun, yang merupakan simpatisan Asrun-Hugua hendak masuk ke Posko numun tiba-tiba di pukul oleh orang yang tidak di kenal. Kemudian simpatisan lainnya berinisiatif mencari pelaku pengeroyokan terhadap rekannya.

“Memang kelompok mereka, relawan masuk di pukul disitu, di pukul kemudian lari, kemudian dari simpatisan Asrun mencari orang ini yang memukul, kemudian di dapatkan orang yang kumpul-kumpul di Pencucian Kumbohu, ada orang disitu lari dan tinggal 1 orang kemudian dihakimi sama mereka juga,” tuturnya.

Tidak terima rekannya di keroyok simpatisan Asrun-Hugua, kelompok pemuda Pencucian Kumbohu mendatangi Posko Asrun-Hugua meminta agar pelaku pengeroyokan terhadap rekannya diserahkan kepada mereka.

“Anak-anak kumboho meminta agar untuk yang mukul temannya diserahkan ke mereka, akhirnya terjadinya keributan,” katanya.

“Kita sudah redam, kita suruh mereka untuk saling melapor, kan ada dua korban, silahkan untuk melapor ke Polres, biar diproses secara hukum biar tidak melebar ke politik,” tambahnya.

“Kami mengimbau kepada masing-masing kelompok untuk sama-sama menahan diri, silahkan serahkan ke pihak kepolisian silahkan lapor dan kami proses,” tegasnya.

Ditempat yang berbeda, LO Pasangan Asrun-Hugua, Rudi Supriono membantah pernyataan Kapolres Kendari yang mengatakan ada simpatisan yang melakukan pemukulan terhadap pemuda di Pencucian Kumbohu.

“Itu tidak benar, kami tidak melakukan pengeroyokan. Justru simpatisan kami yang mendapat tindakan pengeroyokan. Selain itu, ada baliho yang dibakar,” ujar Rudi saat menggelar konfrensi pers di Posko Induk Asrun-Hugua, Sabtu (31/3).

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •