Kartu Nelayan Dirubah, Ini Penjelasan Kadis DKP Wakatobi

oleh -58 views
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Wakatobi Oktawianus. Foto : Syaiful / anoatimes.id
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Sehubungan adanya perubahan nama Kartu Nelayan menjadi Kartu Pelaku Usaha Perikanan (Kartu Kusuka), DKP Wakatobi menghimbau nelayan segera melakukan registrasi ulang.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Wakatobi Oktawianus mengatakan, dengan adanya perubahan nama ini maka seluruh nelayan mulai dari Pulau Binongko, Tomia, Kaledupa dan Pulau Wangi-wangi wajib mendaftarkan diri menjadi peserta Kartu Kusuka.

Baca Juga : Koreksi BKPSDM Konkep, Total yang Lulus TKD 20 Orang, Berikut Nama-namanya

“Caranya sangat mudah, cukup membawa Kartu nelayan dan KTP asli di DKP agar kami bisa melakukan pelayanan,” kata Oktawinus Kamis, (2/11).

Ia juga meminta nelayan mengurus perpanjangan Asuransi Nelayan, kendati data DKP Wakatobi pada tahun 2017 sebanyak 2873 dan mayoritas masa aktif Asuransinya berakhir di bulan Agustus 2018 lalu, disebabkan premi kartu Asuransi Nelayan hanya satu tahun.

“Syaratnya sama pertama harus memiliki kartu kusuka bagi yang baru mengurus, tetapi bagi masyarakat atau nelayan yang sudah memiliki asuransi nelayan, cukup membawa KTP dan Kartu Kusuka, syarat lainnya maksimal berusia 65 Tahun pada 31 Desenber 2018,” terang Oktawinus.

Pengurusan baru Asuransi Nelayan dikenal dengan nama simantek atau asuransi mandiri terpercaya. Simantek memiliki tiga pilihan kartu, pembayarannya langsung di Bank BPD Wakatobi.

Adapun, Perbedaan besaran pembayaran ditentukan melalui Juknis yang disepakati Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pihak Jasindo.

“Tarifnya Asuransi Nelayan Bervariasi yaitu 75,000 Rupiah, 100,000 Rupiah dan 175,000 Rupiah untuk Premi jangka waktu satu tahun,” tutupnya.

Laporan : Syaiful La Wiu

  •  
    35
    Shares
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •