Kasat Pol Pp Kota Kendari: Barcode Bisa Dikenakan Sanksi

oleh -45 views
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol Pp) Kota Kendari, Amir Hasan. Foto : Awi / anoatimes.id
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Surat edaran Pemerintah Kota Kendari yang dengan tegas menginstruksikan kepada para pelaku usaha khususnya Tempat Hiburan Malam (THM) agar menutup usahanya tiga hari sebelum pelaksanaan puasa pertama yakni Kamis (17/5) tidak diindahkan beberapa THM seperti Barcode dan cafe-cafe tenda pinggir jalan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol Pp) Kota Kendari Amir Hasan mengatakan dalam aturannya sesuai surat edaran bernomor 300/1618 tentang larangan penelenggaraan THM dan penjualan minuman beralkohol dalam rangka menghadapi Bulan Suci Ramadhan dan hari raya Idulfitri 1439 H/2018, tiga hari sebelum pelaksanaan puasa THM wajib tutup dan baru bisa dibuka kembali tiga hari setelah Idulfitri.

Pengumuman dari managemen Barcode bahwa Barcode tutup mulai Kamis (17/5) padahal aturannya THM, cafe, bar, club malam tutup tiga hari sebelum pelaksanaan puasa pertama. Foto : Istimewa

“Kita tidak tahu itu, nanti kita cek lagi, padahal malam sebelumnya kita sudah turun lapangan sidak dan kita dapati Barcode tutup,” ujar Amir Hasan saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (17/5).

Menurut Amir Hasan, pihaknya merasa kecolongan dengan masih adanya THM yang buka. Barcode bisa dikenakan sanksi sebab dalam surat edaran yang di tandatangani Plt Walikota Kendari, Sulkarnain sangat jelas apabila ada THM yang masih buka, sanksi terberatnya bisa pencabutan izin.

H-1 pelaksanaan puasa, Barcode masih buka. Foto : Awi / anoatimes.id

“Dipoint tiga surat edaran Walikota Kendari sangat jelas mengatakan apabila ada THM yang tidak mengindahkan surat edaran maka dikenakan sanksi pembekuan serta pencabutan izin tempat usaha seperti yang ditetapkan dalam Perda Kota Kendari dan Perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Berbeda dengan Rumah Makan dan Restoran, dalam surat edaran pengusaha wajib menutup tiga hari terhitung di hari pertama pelaksanaan puasa, dan selanjutnya bisa buka kembali namun menutup sebagian agar tidak terlalu nampak.

“Kalau rumah makan tutup tiga hati mulai puasa pertama, selanjutnya boleh buka namun ditutup sebagain, jangan terlalu terbuka,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
    31
    Shares
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •