Kasus Kematian Randi dan Yusuf Belum Ada Tersangka, Ratusan Mahasiswa Kembali Datangi Polda Sultra

oleh -40 views
Aksi unjuk rasa untuk kesekian kalinya dilakukan mahasiswa Kendari menuntut penuntasan kasus kematian Randi dan Yusuf di depan Polda Sultra. Foto : Jumdin / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Setengah bulan telah berlalu, tragedi meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Randi dan Yusuf saat unjuk rasa menolak Revisi Undang – Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan RUU KUHP di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) 26 September 2019 lalu masih belum menunjukan titik terang akan adanya tersangka yang bertanggung jawab atas kematian aktivis UHO itu.

Hingga saat ini Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan masih menuunggu hasil uji balistik selongsong peluru yang dikirim ke Belanda. Sebelumnya enam polisi telah diperiksa oleh Propam Mabes Polri.

Waktu hampir setengah bulan itu dinilai sangat lama oleh mahasiswa dalam menuntaskan kematian Randi dan Yusuf. Hari ini, Senin (22/10/2019) ratusan mahasiswa mendatangi Polda Sultra, untuk mempertanyakan proses penuntasan kematian dua kawan mereka. Kali ini, mahasiswa membawa serta sebuah mobil pick up bermuatan tower berukuran 1200 liter air.

Jenderal Lapangan mahasiswa, Yusuf Bonte menegaskan agar pihak kepolisian segera menuntaskan kasus meninggalnya Randi dan Yusuf. “Polri untuk segera menuntaskan kasus ini,” ujar Yusuf Bonte dalam orasinya.

Pantauan anoatimes.id tower yang berisikan air 1200 liter yang sengaja dibawa oleh mahasiswa disemprotkan ke arah barikade kepolisian. Pihak kepolisian pun juga menyemprotkan Water Canon ke arah mahasiswa.

Hingga berita ini dipublis, ratusan mahasiswa masih melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Sultra.

Laporan : Jumdin

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •