Kasus Kematian Randi dan Yusuf, Kombes Pol Hartoyo Siap Mundur dari Polri

oleh -69 views
Massa aksi membakar ban bekas menuntun Polda Sultra segera tuntaskan kasus penembakan Randi dan Yusuf. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tragedi berdarah 26 September 2019 lalu, hingga kini masih terbenak di kepala kawan, sahabat, dan keluarga dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi dan Yusuf. Keduanya meninggal dunia saat terjadi bentrok antara mahasiswa dan kepolisian dalam unjuk rasa menolak Revisi Undang – Undang KPK dan Revisi Undang – Undang KUHP di depan Kantor DPRD Provinsi Sultra.

Randi tewas tertembak di bagian dada, sedangkan Yusuf meninggal dunia usai menjalani operasi pada bagian kepala yang mengalami luka parah di Rumah Sakit Bahtramas. Kawan, sahabat dan keluarga meminta pelaku penembak segera dihukum.

Sejak tragedi berdarah itu terjadi, gelombang unjuk rasa menuntut para pelaku segera di proses hukum terus terjadi, bahkan beberapa aksi di depan Polda Sultra kerap berujung bentrok antara massa aksi dan aparat kepolisian yang diantarai pagar kawat berduri.

Senin, (4/11/2019), unjuk rasa solidaritas terhadap Randi dan Yusuf kembali terjadi di depan Polda Sultra. Tuntutannya masih sama yakni segera adili para pelaku yang menewaskan Randi dan Yusuf.

Pantauan anoatimes.id, massa aksi ditemui oleh Direktur Intelkam Polda Sultra, Kombes Pol Hartoyo, dan Direktur Ditreskrimum, Kombes Pol Asep Taufik. Massa aksi lalu membuat sebuah surat yang mendesak Polda Sultra untuk segera menetapkan para tersangka dalam kasus Randi dan Yusuf. Dalam surat tersebut massa aksi memberikan waktu hingga Kamis 7 November 2019 untuk segera menetapkan para tersangka.

Surat bermaterai 6000 itu lalu ditandatangani oleh Kombes Pol Hartoyo, dengan saksi Kombes Pol Asep Taufik. Bila hingga 7 November 2019 belum ada penetapan tersangka maka Kombes Pol Hartoyo bersedia untuk mundur dari mundur dari Jabatan Dir Intelkan Polda Sultra dan menolak jabatan apapun. Bahkan orang nomor wahid di jajaran intel Polda Sultra itu siap untuk mengundurkan diri dari instansi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •