Kasus Pembakaran Kapal: Puluhan Warga Konsel Ancam Bakar Kantor Polisi

oleh -12 views
Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesamana
Kapolres Konsel AKBP Yeyen Lesamana saat melakukan negosiasi dengan puluhan Warga Desa Panambea Barata
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID,  KONSEL – Buntut dari penangkapan dua pemuda Desa Panambea Barata,  Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), La were (45) dan Askar (30) yang diduga telah melakukan tindakan pembakaran terhadap sebuah kapal penangkap ikan milik Daeang Jamal,  menyulut emosi puluhan warga Desa Panambea Barata.

Puluhan warga desa tersebut,  Jumat (14/4/2017) sekitar pukul 10.30 Wita mendatangi Polsek Moramo untuk menjenguk dua rekannya yang diamankan pada Jumat pagi.  Sayangnya karena tidak berhasil menemui dua rekannya,  puluhan warga desa langsung tersulut emosi dan mengancam akan membakar kantor Polsek Moramo.

Kapolsek Moramo AKP Hendri Rafiles mengatakan La Were dan Askae telah diamankan di Pos Dit Pol Air Kolono,  sebab wilayah hkum perairan merupakan wilayah hukum Pol Air.

“Pemilik kapal Daeng Jamal melaporkan ke dua pelaku pada 6 April 2017. Atas laporan itu Direktorat Polisi Perairan (Dit-Polair) Sultra langsung mengamankan pelaku, karena kejadian tersebut merupakan wilayah hukum Dit-Polair di Perairan Moramo-Moramo Utara Konsel. Pelaku telah dibawa ke Mako Polair oleh Brigadir Arif dan Brigadir Mustakim Pos Polair Kolono, ” ujar AKP Hendri Rafiles.

Lanjut, AKP Hendri Rafiles menjelaskan saat puluhan warga datang pihaknya sudah memberikan pemahaman bahwa proses kasus ini ditangani oleh Dir Pol Air,  namun warga tidak menerima dan malah menyalahkan pihak Polsek, karena rekan mereka di bawa ke Dit-Polair.

“Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya warga membubarkan diri dengan melakukan ancaman, apabila ada apa-apa dengan keluarganya maka mereka akan membakar Polsek Moramo,” ungkapnya.

Mendengar hal tersebut,  Kapolres Konsel selaku pimpinan tertinggi diwilayah hukum Konsel,  AKBP Yeye Lesmana langsung turun ke lokasi dan menemui puluhan warga yang tengah tersulut emosi.

Negosisasi yang dilakukan pukul 16.00 Wita tersebut,  mebuahkan hasil dengan kesepakatan akan dilakukannya mediasi dan diatur secara kekeluargaan secepatnya.

“Setelah diadakan negosiasi warga bersedia membubarkan diri, dengan kesepakatan akan dilakukan mediasi secepatnya dan diatur secara kekeluargaan,” jelasnya.

Usai bernegosiasi,  puluhan warga dengan didampingi AKBP Yeyen Lesamana langsung mendatangi Rutan Polda tempat La Were dan Askar diamankan,  guna membesuk keduanya.

Kepada masyarakat,  AKPB Yeyen berjanji akan mendatangi lokasi yang menjadi sengketa antara nelayan.

Untuk diketahui, masyarakat Desa Panambea Barata khawatir dengan masuknya kapal besar milik Daeng Jamal akan merusak rompong para nelayan.

Laporan : Udhyn

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •