Kebakaran di Laboratorium PT OSS, Begini Tanggapan Perusahaan

oleh
Sejumlah karyawan PT OSS yang dilarikan di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis akibat keracunan asap yang tercampur asap tinner yang terbakar. Foto : Humas Polda for anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Rabu (14/9/2019) terjadi kebakaran di Laboratorium PT Obsidian Stainles Steel (OSS). Atas insiden tersebut sebanyak 19 Karyawan dilarikan kerumah sakit untuk mendapat penanganan medis.

Saat ini, Polda Sultra tengah melakukan penyelidikan terkait terbakarnya bagian dari Laboratorium PT OSS.

Kasubdit Penmas Polda Sultra, Kompol Agus mengatakan dalam melakukan penyelidikan Polda Sultra melibatkan Tim Labfor cabang Makassar.

“Tim dari Ditreskrimum masih menunggu tim dari Labfor Cabang Makassar dan nanti akan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Kompol Agus via seluler, Kamis (15/9/2019).

Namun, Agus tidak dapat memastikan kapan tim Labfor Cabang Makassar tiba di Sultra. “Sedang ditunggu pak (kedatangan tim labfor). Maaf saya belum tahu kepastian kedatangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Tehnik Lingkungan (PTL), Wahyudi Agus Kristianto kepada anoatimes.id, Kamis (15/8/2019), mengatakan kejadian terbakarnya laboratorium dikarenakan adanya percikan api dari karyawan yang sedang melakukan pengelasan yang mengenai tumpukan kain.

Api dari kain yang terbakar tersebut lalu menyambar kaleng tinner berukuran 2 kilogram yang tersimpan di dalam laboratorium hingga meledak.

“Kain yang terbakar kena kaleng tinner, itulah yang meledak dan terbakar. Kedepan kita akan lebih hati – hati,” katanya.

Menurutnya, di dalam laboratorium tersebut tidak ada bahan kimia, sebab laboratorium tersebut sedang dalam proses finishing. “Tidak ada bahan kimia disana, hanya ada kaleng tinner,” ujarnya.

Mengenai 19 Karyawan yang dilarikan ke rumah sakit yang dikabarkan mengalami keracunan, dirinya mengatakan penyebabnya dari kepulan asap api yang bercampur dengan asap hitam dari tinner yang meledak.

“Bukan karena bahan kimia,” tuturnya.

Saat ini laboratorium yang terbakar sudah dilakukan pembersihan oleh karyawan.

“Saat ini kondisi 19 Karyawan sudah membaik, mungkin sore atau besok sudah ada yang pulang,” tutupnya

Laporan : Awi