Kejadian Tongkang Patah, WALHI : Syahbandar Harusnya Pastikan Kelayakan Tongkang

oleh -17 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Insiden kecelakaan tongkang patah bermuatan Ore Nikel milik PT Antam yang berlokasi di Kabupaten Konawe Utara, harus dijadikan pembelajaran bagi setiap perusahaan yang hendak melakukan pemuatan ore nikel.

Terlebih lagi bagi Syahbandar, agar kedepannya harus lebih memastikan tentang kelayakan kapal – kapal tongkang yang digunakan perusahaan – perushaan tambang.

“Syahbandar sebagai regulator harus selalu memastikan dengan detail kelayakkan tongkang,” ujar Direktur Walhi Sultra, Saharuddin saat dihubungi anoatimes.id, Jumat (15/11/2019).

Mengenai dugaan pencemaran dari tumpahan Ore Nikel ke laut, Saharuddin mengatakan ya itu memang masuk dalam pencemaran, namun terjadi bukan karena disengaja melainkan faktor kecelakaan kerja. Ore nikel yang tumpah ke laut juga, kata Saharuddin, sudah terbawa arus dan berada di dasar laut.

“Iya (pencemaran), tapi unsur kecelakaan jadi pertimbangan,” kata Saharddin.

Sementara itu, pihak Syahbandar yang coba dikonfirmasi anoatimes.id belum dapat dihubungi.

Sebumnya, 14 November 2019 lalu, sejumlah masyarakat yang tergabung ke dalam Koalisi Masyarakat Peduli Konawe Utara (KOMPAK-KONUT) menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor ESDM dan Gubernur Sultra, mereka meminta pemerintah dan Kepolisian untuk menindak PT Antam yang telah lalai sehingga mengakibatkan Ore Nikel tumpah ke laut dan mencemarkan air laut.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •