Kejari Kendari “Cium Aroma” Dugaan Korupsi Miliaran di KSP Halu Oleo

oleh -72 views
Kasi Intel Kejari Kendari, Febryan (kiri) di dampingi Kasi Perdata dan Tata Usaha (kanan, membaca) Sugatno Migano saat memberikan keterangan pers terkait dugaan korupsi di Dinas Peternakan Kota Kendari.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana kurupsi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Halu Oleo Kendari. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai Rp 1,5 Miliar.

Kepala Kejari Kendari, Sopran Telaumbanua melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel) Kejari Kendari, Febriyan saat ditemui di kantornya mengatakan sebelumnya pihaknya sudah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di KSP Halu Oleo Kendari dan saat ini sudah ditingkatkan ke proses penyidikan.

Baca Juga : Usai Arwin Kadaka, Dua Tersangka Dugaan Korupsi Cetak Sawah di Muna Masuk Bui

“Hari ini sudah ditingkatkan ke proses penyidikan,” ujar Febriyan.

Lebih lanjut, Febriyan menjelaskan KSP Halu Oleo menerima bantuan dana dari lembaga bantuan dana bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menegah (LPDBM KUKM) tahun 2011-2013 senilai Rp 10 miliar.

“Hasil audit sementara potensi kerugian negara Rp 1,5 miliar, dimana dari anggaran Rp 10 miliar ada penyalahgunaan anggaran yang digunakan untuk kepentingan pribadi pengurus senilai Rp 1,5 milar,” tuturnya.

“Anggaran ini dari APBN yang diserahkan oleh Kementrian Koperasi dan UMKM ke Koperasi di seluruh Indonesia, salah satunya KSP Halu Oleo Kendari,” katanya.

Baca Juga : Pemuda Minta Pihak Berwajib Usut Tuntas Dugaan Korupsi APBD dan APBN 2016 di Muna

Sejauh ini, pihak Kejari sudah mengantongi alat bukti yang cukup dan tinggal merampungkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan setelah itu akan langsung dilakukan proses penuntutan.

“Alat bukti sudah kami kantongi, dan tinggal merampungkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, setelah itu proses penuntutan,” ungkapnya.

“Saksi yang sudah kita periksa baru tiga yaitu pengurus, bendahara dan sekertarisnya. Masih harus periksa dua saksi lagi yaitu dari pihak Kementrian Koperasi dan yang menerima manfaat, keduanya masih berada di luar Kendari yaitu di Jakarta dan Makassar,” tutupnya.

Laporan : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •