Kejati Sultra Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Talud di Lamongupa

oleh -31 views
Kepala seksi penerangan dan hukum (Kasi Penkum) Kejati Sultra, Janes Mamangkey
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Proyek pengerjaan pembangunan Talud (penahan ombak) di Desa Lamongupa, Kecamatan Wawonii Tengah, Kabupaten Konawe Kepulauan saat ini sedang diselidiki oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk di Kejati Sultra pada 11 November 2017 lalu, pembagunan Talud penahan ombak di Desa Lamongupa tersebut diduga tidak sesuai dengan perencanaan.

Proyek yang memakan anggaran senilai Rp 925.750.000, dari APBD dan dikerjakan oleh CV Rahmat Abadi sebagai pemenang tender di duga terdapat tindakan melawan hukum yang menimbulkan kerugian negara, dengan kata lain di duga pembangunan Talud tidak sesuai perencanaan.

Seperti pada tata cara pemasangan cincin-cincin penahan ombak, yang dilakukan berbeda dengan perencanaan, dimana terlebih dahulu tanah harus digali kemudian diletakan cincin-cincin tersebut, tidak hanya itu, dalam perencanaan juga material yang digunakan harus bersertifikat.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Janes Mamangkey yang ditemui diruang kerjanya membenarkan adanya laporan tersebut, namun dirinya belum bisa memberikan keterangan lebih detail sebab penyidik yang menangani masih berada diluar kota.

“Penyidiknya lagi di luar kota. Nanti kalau sudah ada baru saya tanyakan,” kata Janes, Selasa (28/8).

Untuk diketahui, proyek pembangunan talud tersebut mulai dikerjakan pada 25 Juli 2016 dan
Selesai pada tanggal 21 November 2016.

Laporan : Awi

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •