Keluarga Almarhum Jalil Sebut JPU Inkonsisten Tegakan Hukum

oleh -18 views
Keluarga almarhum Jalil saat berunjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kendari. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sampai saat ini, proses persidangan atas kasus kematian Almarhum Jalil (Pegawai Badan Narkotika Nasional Provinsi Sultra) yang diduga meninggal dunia akibat mendapat penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum polisi masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Sidang terakhir, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut dua terdakwa yakni Brigadir Muhammad Iksan (Acha) dan Brigadir Dirga Amiludin dengan pasal penganiayaan yakni 351 KUHP.

Tuntutan JPU tersebut dinilai keluarga almarhum Jalil bersifat inkonsisten terhadap penegakan hukum, yang mana tututan JPU mengabaikan dua pasal lainnya yakni pasal 170 dan 338 KUHP.

Akibatnya, hari ini, Selasa (2/5) keluarga almarhum Jalil mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Kendari untuk menanyakan alasan JPU menuntut terdakwa hanya dengan pasal 351.

Ibu almarhum Jalil, Rahmatia mengatakan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sangat jelas para terdakwa dikenakan tiga pasal yakni 170, 351, dan 338 KUHP.

“Kenapa hanya pasal 351 (pasal penganiayaan) padahal di BAP sangat jelas ada tiga pasal yakni pasal 170, 351 dan 338 KUHP,” ujar Rahmatia dari balik pagar PN Kendari yang sengaja dikunci staf PN Kendari.

Lanjut, Rahmatia meminta kepada Majelis Hakim Persidangan, agar nantinya dalam memutus persoalan ini dapat melihat dengan teliti, seadil-adilnya, terlebig lagi agar dapat memutuskan di luar tuntutan JPU.

“Saya meminta agar majelis hakim, dalam putusannya berani memutus di luar tuntuan JPU,” ungkapnya.

Sementara itu, Majelis Hakim Kelik Trimargo yang menemui keluarga almarhum jalil meminta keluarga almarhum untuk tetap tenang dan sabar menunggu sidang putusan nantinya.

“Tunggu saja putusan nanti, apapun putusannya itu, itu adalah yang terbaik,” katanya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •