Kementerian Pariwisata Lirik Limbah Kayu Konsel

oleh -7 views
Bupati Konawe Selatan
Bupati Konawe Selatan, H. Surunuddin Dangga saat melihat-lihat souvenir kerajinan dari limbah kayu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KONSEL – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, memilih kriya limbah kayu Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai produk unggulan daerah. Sesuai dengan hasil uji petik yang dilakukan oleh Tim Bekraf Kemenpar RI beberapa bulan lalu di wilayah Konsel.

Direktur Fasilitas Infrastruktur Fisik Bekraf Kemenpar RI Seliana Halia Ishak, mengungkapkan setelah dilakukan uji petik pihaknya menemukan satu sektor yang bisa dijadikan sebagai unggulan, yaitu sektor kriya limbah kayu atau souvenir berbahan kayu.

“Didaerah lain melalui hasil uji petik kami paling sedikit tiga sektor unggulan mereka, sedangkan untuk Konsel hanya satu sektor saja, ” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil uji petik Konsel memiliki limbah kayu terbanyak mencapai 15 meter kubik per hari. Dengan begitu pihaknya mendorong potensi tersebut, agar limbah kayu tersebut tidak terbuang sia-sia dan hanya berfungsi sebagai kayu bakar saja.

“Kedepan kita melihat potensi ini harus dilakukan interpensi, sehingga pembuat mobiler seperti, Lemari, Meja, Kursi dan lainnya bisa membuat hal-hal yang kecil yang rumit dan agak detil berupa souvenir seperti gantungan kunci dan sebagainya,” paparnya.

Ditambahkannya, souvenir tersebut akan bernilai ekonomi dimasyarakat salah satu contoh, souvenir kalung harganya Rp. 25 ribu untuk Konsel, namun jika di jual diluar harganya bisa mencapai 10 kali lipat.

“Masyarakat Konsel khususnya para pengrajin souvenir, harus berbahagia karena Bupati langsung meresponnya dengan memerintahkan jajaran SKPD nya jadi marketing dan salesnya langsung untuk menjual produk tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga mengaku, ini adalah suatu bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal mendukung serta meningkatkan ekonomi masyarakatnya.

“Ini sudah bagian dari strategi Pemda dengan mengundang serta melakukan kerja sama pihak Bekraf Kemenpar, untuk memperhatikan khususnya produk-produk unggulan yang ada di Konsel,” ujarnya.

Kedepannya, lanjut dia pihaknya akan melanjutkan dengan menggelar pelatihan-pelatihan untuk terus meningkatkan produk yang bernilai tinggi. Agar produk tersebut memiliki nilai jual.

Laporan : Udhyn

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •