Kepala Pengawas Satker DKP Kendari Ditemukan Tewas

oleh -3 views
Ketgam : Korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa di kamarnya.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Kepala Pengawas Satuan Kerja (Satker) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Riki Maengkom (47) ditemukan tewas dirumahnya di Jalan H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 19.45 Wita. Riki ditemukan sudah tidak bernyawa di kamarnya dengan kondisi mulut mengeluarkan busa.

Menurut tetangganya, korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya bernama Mario Fredi Kumesa alias Odi (28) yang tinggal serumah dengan korban. Saat ini, Odi pulang kerja sekitar pukul 19.45 Wita, dan setiba dirumahnya Odi melihat lampu depan rumah korban padam, padahal setiap harinya menjelang malam lampu rumah tersebut selalu menyala.

“Odi memanggil korban tapi sama sekali tidak menyahut. Ia kemudian masuk rumah dan mendobrak pintu kamar korban yang saat itu dikunci dari dalam,” ujar tetangga korban, Lina

Setelah mendobrak pintu kamar korban, Odi mendapati korban dalam keadaan terlentang ditempat tidurnya dengan kondisi mulut berbusa. Senada dengan Lina, salah seorang sepupu Odi yang enggan disebutkan namanya mengaku sebelum berangkat ke Kolaka sekitar pukul 07.00 Wita dirinya sempat mengetuk pintu kamar korban, namun korban tidak menyahuti.

“Saya langsung pergi dan saat berangkat ke Kolaka sempat lewat depan rumah lagi sekitar pukul 09.00 Wita mobil korban masih terparkir depan rumah. Sempat berpikiran lain-lain hanya tetap melanjutkan perjalanan saya ke Kolaka,” katanya.

Tak lama kemudian sepulang kerja dia mendengar informasi dari keluarganya bahwa omnya ditemukan tak bernyawa lagi dengan mulut berbusa. Korban diketahui baru sebulan lebih kerja di Kendari. Sedangkan kedua orang tua termasuk istri korban sementara berada diluar kota.

Kasat Reskrim Polres Kendari AKP Yunar Sirait mengatakan pihaknya sementara melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Dan untuk mengetahui penyebab Kematian, korban Dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk di visum.

“Kalau dilihat dari kondisi korban saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya ,” ujarnya.

Selain itu lanjut Yunar, terkait penemuan mayat seorang PNS ini, pihaknya akan meminta keterangan saksi-saksi. Dan Kepolisian juga meminta persetujuan Keluarga korban untuk dilakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Sekarang akan divisum dulu, jika Keluarganya setuju untuk dilakukan otopsi makan akan dilakukan. Permintaan outpsi harus ada persetujuan Keluarga,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kejadian tersebut membuat geger masyarakat sekitar.

Laporan : Didi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •