Ketua KNPI Wakatobi Balik Lapor GMPK

oleh
Kuasa Hukum Achat Aksar, Jayadin Laode (tengah). Foto : Syaiful/anoatimes.id
  • 111
    Shares

ANOATIMES.ID, WAKATOBI – Ketua KNPI Kabupaten Wakatobi, Achmat Aksar melaporkan balik Gerakan Masyarakat Pemuda Kiri (GMPK) atas dugaan pencemaran nama baik ke Polres Wakatobi. Pelaporan Achmat Aksar dilakukan Kuasa Hukumnya, Jayadin Laode, Rabu (20/3).

Kepada awak media, Jayadin Laode menjelaskan apa yang dilakukan oleh GMPK dengan menggelar aksi demonstrasi merupakan amanah undang-undang yang mesti diapresiasi dan negara pun melindungi hak untuk berpendapat, namun ada batasan norma-norma hukum yang berlaku, tidak dengan bebas berkata-kata semaunya saja, apalagi menuding orang lain melalukan suatu hal dimuka publik tanpa disajikan dengan fakta.

“Kita tidak anti kritik, aksi demonstrasi yang dilakukan GMPK dengan membawa isu korupsi sesuanguhnya sangat diapresia klien (Achamar Aksar, red) kami, karena klien kami juga tentu memiliki semangat yang sama memerangi korupsi, hanya saja penyampaiannya mesti dengan penuh etikad baik, jangan menuduh tanpa dasar boleh keras dan tajam tapi berdasar dan terarah, kalau sudah melapor serahkanlah sepenuhnya sama penegak hukum,” jelasnya.

Namun, lanjut Jayadin Laode, sikap GMPK justru sudah mencemarkan nama baik kliennya dengan menyebarkan selebaran tudingan yang belum terukti secara hukum ke masyarakat. Jelas perbuatan tersebut memenuhi kualifikasi pasal 310 jo 311 KUHP.

“Gerakan aksi yang dilakukan GMPK dengan cara menyebarkan selebaran kepada pendukungnya sampai kepelosok desa desa, hal ini juga dinilai sebagai bentuk kampanye hitam yang bertujuan tidak lain merusak pribadinya serta elektabilitasnya sebagai Caleg DPR Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra),” tegasnya.

Ditemui ditempat berbeda, Ketua GMPK, Rahman menilai upaya hukum yang dilakukan Achmat Aksar sangat tidak cerdas karena yang dilakukan GMPK merupakan aspirasi demi kepentingan umum.

“Bagi saya itu hak dia (Achmat Aksar, red) untuk melapor. Namun jika benar upaya itu akan dilakukan oleh Achmad Aksar maka dia justru menampar dirinya sendiri. sangat tidak cerdas apa lagi mau melaporkan atas dasar pencemaran nama baik tanpa memberikan jawaban pasti terkait tuntutan masyarakat yang hari ini menjadi keresahan kita semua terkait pertanyan dimana realisasi anggaran yang telah dia cairkan selama 2018,” ungkap Rahman.

Mengenai selebaran gelap yang dinilai sebagai kampanye hitam terhadap Achmad Aksar, yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, Rahman menepis hal tersebut dan menghimbau kepada Achmat Aksar untuk lebih dewasa dalam menyikapi persoalan ditengah-tengah masyarakat.

“Tidak ada selebaran gelap,” kata Rahman.

Laporan : Syaiful