Ketua KPU Sultra Minta KPK Tunda Pemeriksaan Atas Dirinya

oleh -1 views
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah saat mengelar konfrensi pers di Kendari. Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terkait kasus suap Walikota Kendari Non Aktif Adriatma Dwi Putra (ADP).

Sebelumnya penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka yakni ADP, mantan Walikota Kendari dua periode, Ir Asrun (Calon Gubernur Sultra), mantan Kepala BPKAD Kota Kendari Fatmawati Faqih dan seorang pengusaha di Kendari, Direktur PT Bangun Sarana Nusantara (BSN), Hasmun Hamzah.

Terbaru, penyidik KPK kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap saksi tambahan, ialah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sultra Hidayatullah dalam perkara suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintahan Kota Kendari tahun 2017-2018, pada Selasa (20/3).

Namun rupanya pemeriksaan terhadap Hidayatullah harus tertunda, sebab Hidayatullah meminta kepada KPK untuk menunda pemeriksaan atas dirinya sampai dengan 28 Maret mendatang.

Dalam konfrensi pers yang digelar Hidayatullah, Selasa (20/3) dirinya mengakui bahwa KPK telah memanggil dirinya untuk diperiksa sebagai saksi, namun terkait apa, Hidayatullah tidak begitu mengetahuinya.

“Benar dan saya sudah terima tanggal 17 Maret kemarin, saya minta di tunda sampai dengan tangal 28 Maret mendatang. Sebab saat ini saya masih menjalani tes kesehatan,” ujar Hidayatullah.

“Saya juga tidak tahu terkait apa saya akan diperiksa. Mungkin terkait pilkada yang biayanya tinggi dimana dana kampanye sampai dengan Rp 41 miliar yang disepakati bersama-sama. Tapi dana kampanye Rp 41 Milyar tidak harus digunakan sebegitunya, hanya batasannya saja, dan disepakati bersama-sama. Tapi selanjutnya saya belum tau ya,” tuturnya.

“Kalau soal pengadaan barang dan jasa, saya tidak pernah main proyek. Saya percaya kalau KPK itu profesional, KPK pasti tahu siapa-siapa dan mana yang main proyek,” tegasnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •