Kisah Pahit-Manis Fildan Hingga Menjadi Juara 1 DA 4

oleh -12 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Fildan Rahayu, Sang Juara Dangdut Akademi 4 (DA4) adalah pemuda asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang pastinya tidak akan menjadi sang idola begitu saja tanpa memiliki kisah yang panjang dan perjuangan yang gigih untuk meraih prestasi tersebut.

Pria kelahiran Bau-Bau 27 September 1991 ini ternyata sejak kecil sudah mulai bermain band dan memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penggiat dunia musik band.

Sekolahnya juga yang hanya sebatas tamatan SMA, tak mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang super hero di salah satu konteks seni pada stasiun swasta hingga akhirnya membawa pulang kado juara 1 DA4 dan mengharumkan nama Sultra di mata nasional.

Fildan Bau-Bau, itulah nama yang telah menggemparkan nusantara. Pria yang tak lama lagi genap berumur 26 tahun ini sempat menamatkan dirinya di SDN 1 Bone- Bone Atas, SMPN 4 Bau-Bau dan SMA 3 Bau-Bau.

Fildan juga merupakan satu-satunya anak laki-laki dari 4 bersaudara dari pasangan La Suriadin dan Hanika.

Ia sudah mengadu nasib diberbagai tempat kerja mulai dari Sultra hingga, Sulawesi Tengah (Sulteng) bahkan Papua.

“Saya pernah bekerja di salah satu THM di Kendari selama hampir dua tahun tapi sambil nyanyi-nyanyi dihajatan” kata Fildan saat ditemui di kamar hotelnya, Selasa (23/5/2017).

Setelah itu pada tahun 2014, ia berangkat ke Papua di daerah Serui untuk bekerja pada salah satu perusahaan tripleks selama dua tahun.

Alasan memilih pekerjaan ke Papua hanya untuk mencari pekerjaan yang baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Setelah dua tahun meratau di negeri burung Manokwari, Fildan kembali untuk menikah pada tahun 2015 dengan Salmiati alias Ati dan kini telah dikaruniai satu orang anak.

“Setelah saya menikah saya fokus menyanyi di dangdut di Morowali dan biasa dibayar pada acara-acara sukuran,” tambah Fildan.

Laki-laki yang biasa disapa La Idhan ini sebenarnya bercita-cita untuk menjadi pemain band sejak masih belia.

Impiannya tersebut sempat terwujud saat menjadi anak rantauan di Kendari dan berhasil menjadi gitaris Z Band kala itu.

Fildan sempat berhenti sekolah saat menduduki bangku SMA. Alasannya ada sang Ibunda tercinta sakit dan harus tinggal di Morowali Sulteng, sehingga Fildan yang tinggal di Bau-Bau tidak fokus lagi untuk menuntut ilmu.

Sebab, dia harus mengurusi Ibunya. Alasan lainnya berhenti sekolah karena terkendala biaya yang tidak mampu ditanggung oleh orangtuanya.

Namum, karena kepiawannya dalam memainkan alat musik, Fildan akhirnya dicari oleh pihak SMAN 3 Bau-Bau untuk mengikuti Vokal Group Sekolah.

Fildan diajak oleh Ibu Gurunya yang bernama Ibu Yuli dan Ibu Ros agar kembali bersekolah, dengan syarat masuk dalam vokal group sebagai pemain gitar yang pada akhirnya pihak sekolah membantunya hingga tamat SMA.

Dengan keadaan bahagia Fildan mengikuti keinginan tersebut hingga pada akhirnya impannya mendapatkan ijazah SMA terwujud.

Kemampuan Fildan Bermain musik juga tidak diragukan, dirinya mampu memainkan gitar, seruling, keyboard dan drum. Semua itu didapatkannya dari didikan sang ayah hingga dikembangkannya sendiri.

Singkat cerita, Fildan pernah mendaftar pada Dangdut Akademi 3 di Makasaar namum gagal pada saat mengikui audisi. Dengan alasan lagu yang dibawakannya adalah lagu pop bukan dangdut.

“Saya pernah ikut DA3 tapi gagal, karena lagu yang saya bawakan bukan dangdut,” ujarnya sambil tertawa.

Setelah setahun kemudian, dia kembali mengikuti audisi di DA4 Makassar hingga akhirnya lolos.

Menurutnya, dia awalnya tidak tertarik menyanyikan lagu dandut, tetapi karena motivasi dari sang kakak, Selvi maka Fildan belajar lagu dangut.

Perjuangan Fildan juga memang awalnya hanya sendiri dan dukungan dari Keluarga, sekarang dia kini adalah sang Juara DA4 Asalm Bumi Anoa, Tanah Wolio yang menjadi kebanggan masyarakat Sultra.

Fildan juga sangat bersyukur atas dukungan dari masyarakar Sultra yang telah mengirim sms dan terlebih lagi doa sehingga dirinya menjadi orang Sultra pertama yang menjadi juara diajang dangdut nasional.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakar Sultra, telah memberikan dukungan hingga saya menjadi seperti ini sekarang,” ucapnya dengan dengan haru.

“Saya juga akan selalu memberikan yan terbaik terlebih lagi pada ajang Dangdut Akademi Asia mendatang,” harapnya.

Laporan : Rahmat R.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •