Komisi V DPR RI Anggap Terminal dan Pelabuhan di Kendari Belum Memadai

oleh -16 views
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Komisi V DPR RI kembali mengunjungi Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (30/8/2019). Kunjungan kerja (Kunker) mereka untuk meninjau infrastruktur dan transportasi di Sultra.

Dua lokasi jadi tujuan kunker komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur ini, yaitu Terminal Puuwatu dan Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Langara (Konawe Kepulauan).

Dari hasil kunker tersebut, Ketua Komisi V DPR RI Ibnu Munzir mengatakan dua infrastruktur itu masih belum memadai dan perlu segera dilakukan perbaikan.

“Maka fasilitasnya harus segera diperbaiki. Bagi masyarakat sangat membutuhkannya dan kita tahu kondisi ini belum memadai dan tidak boleh dibiarkan berlama-lama,” ucapnya pada para wartawan.

Ibnu Munzir mengatakan Terminal Puuwatu sudah tidak representatif lagi. Untuk itu terminal penghubung antar kabupaten serta provinsi itu akan dinaikkan statusnya menjadi tipe A.

“Kami melihat lahan terminal Puuwatu sudah dialihkan ke pemerintah pusat, maka perlu segera perhatian pemerintah,” katanya.

Sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Kendari-Langara, Ibnu Munzir berharap harus dibenahi seperti pelabuhan penyeberangan yang ada di wilayah Indonesia.

“Kunjungan kerja spesifik ini akan menjadi dasar dalam penetapan APBN tahun anggaran 2020 mendatang. Makanya kami melakukan kunjungan spesifik seperti ini, salah satunya kami fokus di Sultra untuk infrastruktur dan transportasi di darat dan laut,” tutur legislator Partai Golkar ini.

Kunker spesifik enam anggota Komisi V DPR RI tidak hanya melihat infrastruktur dan transportasi. Mereka ingin mengetahui peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Izhar di Perairan Bokori, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Progres proyek Bendungan Amero dan Pelosika. Serta pembangunan tanggul dan galian alur Sungai Wanggu, Kota Kendari.

 

Laporan : Jayusman

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •