Kontraktor dan Konsultan Perencana Pelabuhan Nipa-nipa Bungkam

oleh -56 views
Bagian Pelabuhan Nipa-nipa yang ambruk. Pelabuhan Nipa-nipa dibangun pada Juli 2017 dan rampung pada September 2017 dengan menelan biaya Rp 3,4 Miliar. Foto : Istimewa
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Hingga saat ini, penyebab pasti dari ambruknya sebagian Pelabuhan Nipa-nipa, di Desa Tumburano, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) Sulawesi Tenggara (Sultra) masih belum diketahui pasti.

Ambruknya proyek yang menelan anggaran Rp 3,4 miliar tersebut mengundang tanda tanya besar di kalangan masyarakat Konkep, apa penyebabnya? apakah faktor alam, atau faktor kelalaian manusia dalam melaksanakan pembangunan Pelabuhan Nipa-nipa.

Yang jelas saat ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konkep bakal melakukan peninjauan lokasi dan akan memanggil kontraktor, konsultan pengawas, konsultan perencana, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Konkep untuk hearing.

Baca Juga : DPRD Konkep Sebut Ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa Karena Tidak Sesuai Bestek

“Di awal pembangunannya, kami pernah hearing, dan konsultan perencana megatakan bahwa apa yang dikerjakan kontraktor itu salah, dia (kontraktor) mengecor tiang pelabuhan di darat, harusnya di laut. Itukan tidak sesuai bestek. Kami akan panggil semua pihak pada waktu hearing pertama kali, Insya Allah senin awal pekan depan,” ujar Ketua Komisi II DPRD Konkep, Muhammad Yasran, beberapa saat lalu.

Sementara itu, PT Roda Indah Perkasa (RIP) saat dihubungi anoatimes.id terkait ambruknya Pelabuhan Nipa-nipa, lebih memilih bungkam. Tidak hanya kontraktor, Konsultan perencana juga rupanya memilih sikap seperti PT RIP, dengan enggan memberikan komentar saat di hubungi anoatimes.id, Kamis (22/2/2018).

“Saya tidak bisa di konfirmasi lewat hp,” ungkap Konsultan perencana Pelabuhan Nipa-nipa, Mustaman yang juga anggota DPRD Konkep.

Untuk diketahui, pembangunan Pelabuhan Nipa-nipa mulai dikerja PT RIP pada Juli 2017 dan tuntas pada September 2017. Kala itu, konsultan perencana ialah Mustaman sebelum dirinya duduk di DPRD Konkep.

Laporan : Awi

  •  
    5
    Shares
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •