KPK Bidik Tersangka Baru Kasus Suap Bupati Busel Non Aktif

oleh -87 views
Jaksa KPK menghadirkan lima orang saksi dalam sidang dugaan penyuapan Bupati Buton Selatan (Busel) non aktif, Agus Feisal Hidayat. Foto : Awi / anoatimes.id
  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    25
    Shares

ANOATIMES.ID, KENDARI – Sidang dugaan penyuapan terhadap Bupati Buton Selatan (Busel) Non Aktif, Agus Feisal Hidayat terus digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari. Dalam sidang, Rabu (14/11) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan lima (5) orang saksi diantaranya Tony Kongres (pengusaha), Samsudin (konsultan politik), La Ode Muhammad Nasrun (timses bupati), Elvis (bendahara sekertaris daerah), Abdulrahman (ketua pokja ulp).

Ketua Tim Jaksa KPK, Ava Yustiana usai sidang mengatakan seharusnya saksi yang bakal didengerkan kesaksiannya berjumlah enam (6) orang, namun salah satu saksi yaitu Irwan Kongres (kakak Tony Kongres, red) sedang sakit sehingga tidak dapat memberikan kesaksianya di Pengadilan. Jaksa KPK bakal menjadwalkan ulang untuk kesaksian Irwan Kongres.

Baca Juga : PT SJM Tidak Miliki IPPKH

“Dalam kesaksian terakhir tadi kita dengar bahwa Tony Kongres tetap pada keterangannya bahwa uang Rp 200 juta merupakan fee proyek untuk Agus Feisal, bukan hutang,” kata Eva Yustiana, Rabu (14/11).

Eva Yustiana mengatakan persidangan dengan terdakwa Agus Feisal masih akan dilaksanakan sekitar dua kail persidangan lagi, dan KPK masih akan menghadirkan sembilan (9) orang saksi lagi. Termasuk Irwan Kongres akan kembali di hadirkan sebagai saksi. Di dalam persidangan, kuasa hukum Agus Feisal mengajukan permintaan transkip rekaman percakapan telfon dengan alasan untuk mempelajarinya, namun permintaan tersebut tidak diamini.

“Itu permintaan untuk transkip percakapan rekaman telfon, karena kita biasa di tuntuan kita serahkan semua, kita tulis di tuntutan,” kata Eva.

Sementara itu salah satu jaksa KPK, Mufti Nur Irawan, di dalam persidangan mengatakan transkip rekaman telfon belum bisa diberikan dengan alasan masih akan dilakukan pemgembangan.

“Belum bisa, karena kasus ini masih akan dikembangkan,” kata Mufti Nur Irawan saat menjawab permintaan kuasa hukum Agus Feisal yang meminta transkip rekaman telfon yang dijadikan alat bukti.

Untuk diketahui dalam kasus ini KPK telah menetapkan dua orang tersangka yaitu Agus Feisal dan Tony Kongres. Tony Kongres sendiri sudah di jatuhi hukuman 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kendari.

Laporan : Jasyuman
Editor : Awi

  •  
    25
    Shares
  • 25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •