KPK Dilemahkan, Projo Sultra: Yang Untung Para Koruptor

oleh -52 views
Rusda Mahmud

ANOATIMES.ID, JAKARTA – Munculnya gerakan-gerakan pelemahan lembaga anti rasuah belakangan ini, membuat banyak masyarakat tidak setuju dan mempertanyakan maksud serta tujuan dari pelamahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Ketua DPD Projo Sulawesi Tenggara (Sultra) Rusda Mahmud mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan upaya yang dapat melemahkan KPK. Sebab dengan adanya pelemahan KPK tentu akan menguntungkan para koruptor.

“Saya tidak setuju. Tentu yang paling diuntungkan adalah para koruptor,” ujar Rusda Mahmud, Senin (11/9/2017) di Jakarta.

Menurut Rusda upaya pelemahan terhadap KPK kerap muncul ketika KPK sedang menangani kasus-kasus besar yang dapat merugikan keuangan negara hingga miliaran bahkan triliunan rupiah.

“Upaya pelemahan KPK sejauh ini terjadi berulang kali, baik melalui revisi UU KPK hingga pembubaran KPK. Terutama ketika mereka sedang menangani kasus besar,” katanya.

“Misalnya, usulan pembekuan KPK muncul ketika KPK sedang menangani kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Kasus tersebut diduga merugikan negara Rp 2,3 triliun dan melibatkan banyak pejabat negara,” ungkapnya.

Lanjut, kader Partai Demokrat ini juga menambahkan selain dari kasus e-KTP, KPK juga sedang menangani kasus dugaan korupsi terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) dalam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Kasus tersebut merugikan negara Rp 3,7 triliun.

Laporan : Awi