KPK: Hasil Tambang di Sultra Mayoritas Hanya Dinikmati Orang Luar

oleh
Wakil Ketua KPK, La Ode Muhammad Syarif saat memberikan Kuliah Umum di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (24/6/2019). Foto : Jayusman / anoatimes.id

ANOATIMES.ID, KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kaya Sumber Daya Alam (SDA) utamanya nikel. Maka banyak perusahaan tambang beroperasi di Sultra. Namun hasil pertambangan lebih banyak dinikmati orang dari luar Provinsi Sultra.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. La Ode Muhammad Syarif mengungkapkan pengerukan SDA ini tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh masyarakat Sultra.

“Kekayaan dari hasil pertambangan tidak dirasakan langsung masyarakat, sebagian besar lebih banyak dinikmati bos perusahaan tambang,” ucapnya saat memberikan kuliah umum Program Magister Ilmu Hukum Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) di salah satu hotel di Kota Kendari, Senin (24/6/2019).

La Ode Muhammad Syarif mengungkapkan selain memegang izin menambang nikel, perusahaan tambang juga bisa mengekspor nikel keluar dari wilayah Sultra. Bahkan dari data KPK, Syarif menyebutkan hanya ada dua orang Sultra yang punya hak ekspor nikel.

“Ini memperihatinkan sekali. Banyak hasil sumber daya alam kita dinikmati orang-orang di luar Sultra,” katanya.

Dalam kuliah umum itu, Pakar Hukum Lingkungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) ini kaget mendapat info dari Dinas ESDM Sultra kalau pemasukan hasil pertambangan hanya 15 persen.

“Sultra penghasil nikel tapi pemasukan kurang 15 persen. Tapi tidak sebanding dengan efek bencana yang menimpa beberapa daerah baru-baru ini,” ketusnya.

Laporan : Jayusman