KPU Kabupaten Konsel Jalani Sidang DKPP

oleh -73 views
Sidang DKPP RI dengan teradu KPU Kabupaten Konsel, yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Sultra, Senin (12/2/2018). Foto : Awi / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini, Senin (12/2/2018) menjalani sidang oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) atas laporan dari Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Konsel.

Sidang DKPP dengan teradu KPU Kabupaten Konsel tersebut digelar di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra, di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kelurahan Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Anggota DKPP RI, Alfitra Salam usai menghadiri sidang DKPP mengatakan pihaknya akan meminta resume dari masing-masing majelis persidangan, dan selanjutnya akan disampaikan ke DKPP.

Baca Juga : 19 Februari Pj Gubernur Sultra Dilantik

“Dalam waktu secapat mungkin kami akan laksanakan rapat pleno untuk mendengar laporan dari sidang ini, lalu masing-masing anggota DKPP meyampaikan pendapat sanksi apa yang diberikan ke pada pihak teradu (KPU Kabupaten Konsel),” ujar Alfitrah Salam.

Untuk keputusan dan sanksi, Alfitrah mengatakan dirinya belum bisa memberikan informasi, sebab pihaknya masih akan melaksanakan pleno di DKPP RI, dan selanjutnya dilakukan pengkajian apakah teradu yakni KPU Kabupaten Konsel terbukti melanggar kode etik atau tidak.

“Putusan secepat mungkin, paling lambat sebulan dari sekarang. Kami akan kaji dulu apakah ini terbukti apa tidak,” katanya.

Untuk diketahui, KPU Kabupaten Konsel dilaporkan Panwas Kabupaten Konsel atas dugaan pelanggaran kode etik dalam perekrutan PPK di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Moramo, Lainea, Tinanggea, Mowila dan Palangga.

Baca Juga : Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Rektor UHO, Begini Respon Prof Zamrun

Salah satunya di Kecamatan Lainea, Desa Polewali yang mana dalam perekrutan PPS nya ada seorang peserta atas nama Reski Mainaki tercantum pada papan pengumuman padahal Reski Mainaki tidak mengikuti prosedur perekrutan.

“Kan ada tiga yang ikut tes sejak awal dari administrasi, wawancara yakni Masrita, Mirna, dan Evi Sutrawati. Dipengumuman nama Mirna tidak ada, dan diganti oleh Reski Mainaki,” ujar Ketua Panwas Konsel, Hasni yang juga di temui usai mengukui sidang DKPP di Bawaslu Sultra sebagai pengadu.

“Kami sudah klarifikasi ke KPU dan pada saat itu kita keluarkan rekom ke KPU dan KPU menyatakan bahwa Reski Mainaki di ambil pada saat wawancara, itukan sudah tidak benar proseduralnya, kenapa ambil pada saat wawancara,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •