KPU Sultra Raih Peringkat 3 Nasional KPU Terinformatif

oleh -23 views
KPU Sultra Raih Peringkat 3 KPU dengan PPID Terinfomatif. Penghargaan tersebut diterima langsung Komisioner KPU Provinsi Sultra, Al Munardin. Foto : KPU Provinsi Sultra for anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meraih penghargaan dari KPU RI sebagai KPU dengan PPID Terinformatif kategori Satker Menengah pada acara Penganugrahan PPID KPU Award di Jakarta, (17/11/2019). Penghargaan dari KPU RI itu diterima langsung oleh Komisioner KPU Provinsi Sultra, Al Munardin dengan di dampingi LM Faidil selaku Kabag HTH dan Usman selaku Operator PPID.

Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi KPU RI kepada KPU Provinsi Sultra, dalam memberikan informasi Pelayanan Penyediaan Informasi dan Data (PPID) kepada masyarakat yang telah dijalankan dengan baik dan terbuka.

KPU RI menilai dalam penyajian data yang dibutuhkan oleh masyarakat, KPU Sultra telah melaksanakan dengan cepat, dengan dilengkapi data-datanya terupdate, yang bukan data lama. Penghargaan ini juga sebagai bentuk evaluasi kerja kehumasan setiap KPU Provinsi, agar lebih maksimal lagi dalam meningkatkan branding kelembagaan dengan kerja – kerja yang profesional.

“Diharapkan acara ini dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas kehumasan. Hal ini terkait dengan pelayanan publik,” Ujar Ketua KPU RI, Arief Budiman.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sultra, Laode Abdul Natsir mengatakan KPU Sultra selalu ingin meningkatkan kemampuan dan kapasitas tenaga kehumasan. Sebab, itu merupakan salah satu persoalan yang cukup penting.

“Pelayanan yang baik dapat membuat masyarakat lebih percaya terhadap KPU. Dengan demikian, masyarakat juga akan mempercayai hasil pemilu,” tuturnya.

Menurut Laode Abdul Natsir, PPID maupun Kehumasan dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam jalannya proses Pemilu 2019 supay# proses pelaksanaannya semakin dipercaya oleh masyarakat.

“Pemilu itu sebetulnya hal pentingnya adalah public trust atau kepercayaan masyarakat. Kalau masyarakat percaya pada penyelenggara, dia (masyarakat) akan mempercayai prosesnya. Kalau prosesnya dipercaya, hasilnya pun dipercaya,” ungkapnya.

Laporan : Awi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •