Kredit Macet Nelayan Sultra Capai Rp 1,8 Miliar

oleh -12 views
Direktur Pemasaran Bank Sultra, Depid usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Iskindo II di Kendari. Foto : Jayusman / anoatimes.id
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

ANOATIMES.ID, KENDARI – Tercatat di tahun 2017 kemarin, angka kredit macet nelayan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai Rp 1,8 Miliar.

Angka tersebut tiap tahun cenderung fluktatif kadang menurun dan meningkat. Tentu dengan tigginya angka kredit macet oleh nelayan membuat Bang Sultra berhati-hati dalam memberikan pinjaman modal kepada nelayan.

Direktur Pemasaran Bank Sultra, Depid, mengatakan tahun 2017 Bank Sultra mencatat Rp 1,8 milyar atau 42,44 persen kredit macet nelayan, dari total Rp 4,2 milyar total kredit yang disalurkan.

“Penyebabnya adalah nelayan di Sultra tidak punya keahlian bagaimana mengelola uang yang kami pinjamkan,” ungkap Direktur Pemasaran Bank Sultra, Depid, SE, M.Si, dalam Dialog Maritim Rakernas II Iskindo, di Swiss Belhotel, Jumat (30/3).

Selain masalah pengelolaan uang, Depid menjelaskan alasan lain adalah Bank Sultra sendiri memang minim memberi bantuan kredit buat pelaku usaha laut dan perikanan.

Depid menyebutkan ada tiga faktor di intern Bank Sultra yaitu, faktor sumber daya manusia (SDM) Bank Sultra belum memahami karakter bisnis kelautan dan perikanan.

“Faktor kedua adalah tingginya risiko bisnis sektor kelautan perikanan, dan faktor ketiga Bank Sultra mengedepankan prinsip kehati-hatian,” sebutnya.

Selain alasan diatas, Depid mengakui Bank Sultra sebagian besar didominasi kredit konsumtif. Bank Sultra tanggal 31 Desember 2017 kredit konsumtif sebesar Rp.4,323 milyar atau 93,95 persen.

“Sedangkan kredit produktif disalurkan Bank Sultra nilainya Rp.279 milyar atau 6,05 persen,” paparnya dihadapan tamu diskusi Iskindo.

Padahal lanjut Depid, sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 6/POJK:03/20160, batas penyaluran kredit produktif dibatasi 50 persen.

Untuk itu Depid meminta ada sinergi dengan Bank Indonesia, OJK, Dinas Kelautan dan Perikanan, Iskindo, UHO, serta investor dan pelaku usaha kelautan perikanan.

“Kerjasama Bank Sultra dan pihak terkait bisa mengedukasi nelayan dan pelaku usaha,” pintanya.

Laporan: Man

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •